Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya

Agregasi Cermati.com , Jurnalis-Sabtu, 11 Maret 2017 |05:21 WIB
Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

2. Pola Grafiknya Sangat Tidak Beraturan

Ciri kedua yang bisa dicermati dari sebuah saham gorengan adalah biasanya memiliki pola grafis yang sangat tidak beraturan. Volumenya tidak stabil sehingga seringkali grafik terbentuk dengan volume kecil, kemudian tiba-tiba volumenya menjadi sangat besar tanpa penyebab yang jelas.

Pada satu momen, harga saham tidak bergerak, kemudian pada saat-saat tertentu saham naik dengan drastis, kemudian turun dengan sangat cepat pula. Seringkali saham tidak ditradingkan dan jenis saham-saham dengan grafik seperti ini tidak bisa dianalisis dengan analisis teknikal.

3. Harga Saham Cenderung Relatif Rendah

Ciri ketiga dari sebuah saham gorengan adalah harganya yang relatif rendah. Biasanya ada di angka di bawah 1000. Hal ini disebabkan karena semakin kecil harga saham, maka semakin kecil pula dana yang Anda butuhkan untuk membeli saham. Harga saham yang rendah seringkali menjadi incaran para bandar besar untuk digoreng, sehingga mudah untuk dimainkan nilainya di pasar saham.

Meskipun begitu, harga saham yang cenderung rendah tidak selalu identik dengan saham gorengan. Harga saham yang agak tinggi juga terkadang masuk dalam saham gorengan. Namun umumnya, saham gorengan adalah jenis saham yang harganya relatif rendah atau murah.

Salah satu alasan kenapa saham-saham dengan harga murah lebih banyak menjadi incaran bandar untuk digoreng adalah dari sisi psikologis, orang akan lebih mudah mengeluarkan uang untuk membeli saham berharga murah daripada harus menguras kantong dengan membeli saham mahal.

Investor ritel di pasar modal dengan modal yang terbatas jumlahnya sangat banyak, sehingga dengan harga saham yang relatif murah, maka akan lebih mudah bagi bandar untuk mengajak investor ritel dengan dana kecil untuk ikut masuk ke saham yang sudah direncanakan bandar sebelumnya.

4. Banyak Emiten Bermasalah

Emiten atau perusahaan publik yang memiliki saham banyak mengalami masalah, bisa disebabkan karena adanya masalah hutang, jajaran direksi yang memiliki track record buruk, kemudian terjadi masalah di pabrik dan lain-lain. Perusahaan publik yang bermasalah secara internal biasanya harga sahamnya juga akan cenderung turun.

Saat terjadi penurunan harga saham inilah, biasanya bandar bisa menaikkan harga saha secara tidak wajar sewaktu-waktu. Meskipun begitu, tidak semua saham gorengan adalah emiten yang memiliki masalah internal.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement