Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya

Agregasi Cermati.com , Jurnalis-Sabtu, 11 Maret 2017 |05:21 WIB
Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

3. Lot

Salah satu tips mengetahui pergerakan bandar saham adalah dengan memperhatikan lot saham. Jika kita melihat adanya perubahan dan penambahan jumlah lot yang banyak, maka tandanya bandar masih mau menggoreng saham tersebut.

4. Mengungguli Analisa Teknikal

Alasan kenapa jarang sekali analis saham melakukan pembahasan mengenai saham gorengan adalah karena memang saham gorengan sangat sulit atau bahkan tidak bisa dianalisa. Mungkin pergerakan grafiknya flat, lalu fundamental juga terlihat bagus, tapi sahamnya tidak mengalami pergerakan.

5. Tidak Dipengaruhi oleh Berita tentang Perusahaan

Apabila perusahaan-perusahaan yang termasuk saham blue chips bisa menganalisa secara teknikal berdasarkan berita dari perusahaan tersebut, maka berbeda dengan saham gorengan di mana berita tentang perusahaan tidak bisa digunakan untuk menjadi sentimen bagi saham. Baik berita bagus ataupun berita buruk tidak akan memberikan pengaruh. Kadangkala malah, saat ada berita buruk, harga saham perusahaan tersebut justru naik.

6.Permainan Emosi

Waspadalah apabila melihat grafik yang menunjukkan saham gorengan, biasanya harga saham yang tiba-tiba naik akan membuat investor “gatal” untuk ikut main di dalamnya, padahal saham tersebut tengah digoreng, sehingga bisa mempermainkan emosi kita dan membuat kita lupa pada rencana trading yang sudah kita tetapkan sebelumnya.

Tidak Disarankan untuk Investor Pemula

Bisa disimpulkan bahwa saham gorengan merupakan jenis saham yang sangat mudah dimainkan harganya di pasar saham, sehingga rentan bagi investor pemula yang terjebak untuk membeli jenis saham gorengan yang mungkin justru bisa merugikan kantong investor itu sendiri.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement