Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya

Agregasi Cermati.com , Jurnalis-Sabtu, 11 Maret 2017 |05:21 WIB
Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

5. Naik-turunnya harga saham tidak pasti

Grafik harga saham yang cenderung tidak pasti dan naik-turun tidak menentu bisa menjadi salah satu ciri saham gorengan, sehingga menjadi sulit untuk terdeteksi oleh analisis teknikal.

Itulah beberapa ciri yang bisa dikenali menyangkut sebuah saham termasuk kategori saham gorengan atau bukan. Namun terlepas dari ciri-ciri tersebut, sebagian pemain saham juga mengatakan bahwa penentuan sebuah saham dikatakan sebagai saham gorengan atau tidak, biasanya tergantung dari subjektifitas masing-masing orang. Misalnya adalah saham Sri Isman Rejeki (SRIL).

Saat melihat saham dari SRIL yang menjadi saham LQ45 dalam beberapa waktu, maka sulit untuk mengatakan bahwa saham ini merupakan sahan gorengan. Namun sebagian trader menyebutkan bahwa SRIL merupakan saham gorengan, karena harganya yang selalu sideways, atau naik dan turun drastis. Satu saat volumenya naik kencang untuk 1 hingga 2 hari, kemudian turun lagi dengan cepat pula.

Merujuk pada harganya yang sideways dan grafiknya yang naik turun, maka SRIL bisa dikatakan sebagai saham gorengan, tetapi kenapa masih masuk ke LQ45? Inilah yang membuat penentuan sebuah saham merupakan saham gorengan atau bukan, yakni berdasarkan subjektifitas penilaian masing-masing orang, bisa sama memiliki penilaian yang sama, bisa juga berbeda.

Baca Juga : Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan dan Mudah

Tips Berhadapan dengan Saham Gorengan

1. Volume adalah Segalanya

Perhatikan sisi volume dari sebuah saham yang terindikasi merupakan saham gorengan. Pada satu waktu, saham gorengan terlihat tidak ada aktivitas sama sekali alias beku, lalu tiba-tiba saham tersebut meledak di satu hari yang lain seolah-olah sedang digoreng. Saham tersebut dikatakan beku karena tidak ada transaksi sama sekali yang melibatkan saham tersebut. jadi jika volumenya mendadak menjadi besar, maka Anda perlu waspada bahwa saham tersebut adalah saham yang sedang digoreng.

2. Erat dengan Kegiatan Bandar

Kenaikan volume yang tiba-tiba adalah disebabkan karena bandar yang membeli dalam jumlah besar atau massive buy. Ciri-ciri bandar adalah mereka suka membeli saham dalam jumlah besar dan menjualnya dalam jumlah besar pula. Bandar biasanya membeli tanpa harus mengantri, mereka langsung membeli di harga offer dan menjualnya langsung pada harga bid.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement