Harganya Cocok, Ramai-Ramai Ternak Ikan Sidat untuk Diekspor

ant, Jurnalis · Minggu 12 Maret 2017 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 12 320 1640654 harganya-cocok-ramai-ramai-ternak-ikan-sidat-untuk-diekspor-rJ1Txujpr5.jpg Ikan Sidat. (Foto: Okezone)

BANYUMAS - Ikan sidat yang bentuknya mirip belut dalam beberapa waktu terakhir mencuri perhatian pembudi daya ikan di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Harga jual sidat yang tinggi dan berpeluang untuk diekspor telah menjadi daya tarik tersendiri bagi petani sehingga mereka mencoba untuk membudidayakan ikan itu.

Salah seorang pembudi daya di Desa Dawuhan Kulon RT 01 RW 02, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Emi Wijayanti (48) mengaku tertarik membudidayakan setelah melihat hasil panen sejumlah petani ikan yang menggiurkan.

"Saya punya 14 kolam permanen yang selama ini digunakan untuk membudidayakan beberapa jenis ikan di antaranya tawes dan gurami. Beberapa bulan lalu, saya mencoba menebarkan benih sidat di dua kolam," katanya.

Kendati sudah banyak pembudi daya ikan yang sukses membudidayakan sidat, dia mengaku masih memelajari apakah hermaprodit itu cocok dipelihara di kolamnya ataukah tidak cocok. "Saya masih mencoba-coba. Kalau memang proses budi daya sidat lebih mudah, ya akan diteruskan, apalagi harga jualnya cukup tinggi," katanya.

Selain petani pembudi daya ikan, sidat pun mencuri perhatian puluhan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas. Meskipun berprofesi sebagai guru, 40 anggota PGRI Kabupaten Banyumas berminat untuk membudidayakan sidat.

Berdasarkan hasil penelitian, kandungan vitamin B1 pada sidat mencapai 25 kali lipat dari susu sapi, vitamin B2 mencapai lima kali lipat dari susu sapi, dan vitamin A mencapai 45 kali lipat dari susu sapi.

Selain itu, kandungan "zinc" pada sidat mencapai sembilan kali lipat dari susu sapi dan asam lemak omega 3 tinggi karena mencapai 10,9 gram per 100 gram atau lebih tinggi dari ikan salmon.

Ikan sidat juga mengandung DHA (Decosahexaonoic Acid) atau zat wajib bagi pertumbuhan anak sebanyak 1.337 miligram per 100 gram atau lebih tinggi dari ikan salmon yang sebesar 748 miligram per 100 gram.

Peluang Ekspor Selain harga jual di pasar lokal yang cukup tinggi, sidat pun memiliki peluang ekspor terutama ke Jepang. Sejumlah sumber menyebutkan konsumsi sidat di Jepang dalam satu tahun bisa mencapai lebih dari 100.000 ton. Sementara kemampuan produksi sidat di Jepang hanya 60.000 ton per tahun sehingga kekurangannya dipenuhi melalui impor dari sejumlah negara, antara lain Indonesia dan Tiongkok.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan sidat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berpeluang untuk diekspor. "Kalau diekspor, harganya bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram. Nilai ekonominya tinggi namun ketentuan kualitas sidat yang akan diekspor sangat ketat sehingga sementara ini hanya untuk konsumsi lokal saja," katanya.

Menurut dia, harga sidat untuk konsumsi lokal hanya berkisar Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Selain itu, kata dia, sidat juga memiliki keunggulan berupa kandungan gizi atau protein yang sangat tinggi. "Kandungan nutrisi sidat sama dengan ikan salmon, harganya pun kira-kira sebanding," katanya.

Selama ini, pembudi daya banyak yang memperoleh benih sidat secara langsung dari penangkap karena hingga sekarang, pembenihan sidat masih sulit untuk dilakukan. Akan tetapi setelah benih hasil tangkapan tersebut dibudidayakan, angka kematiannya bisa mencapai 80% hingga 100%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini