Kawasan Jakarta Masih Banyak Dilirik untuk Rumah Second

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 15 470 1643235 kawasan-jakarta-masih-banyak-dilirik-untuk-rumah-second-8ZOEy7hfHM.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Rumah bekas atau rumah second kini banyak diminati, terutama jika lokasinya mempunyai kelebihan dekat dengan pusat kota atau area komersial serta dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.

Bila Anda tertarik membeli rumah second, ada baiknya mempertimbangkan segala sesuatu mengenai rumah tersebut. Seperti, memperhatikan kondisi bangunan, periksa status kepemilikan, cek kembali harga jualnya, tanyakan usia bangunannya, dan cek dokumen kelengkapan rumah.

“Rumah bekas pada umumnya lebih murah dibandingkan rumah baru dengan kondisi dan luas yang sama. Biasanya semakin lama usia rumah, harganya semakin murah,” ungkap Associate Director Research Colliers Internasional Ferry Salanto.

Rumah second biasanya sudah memiliki lingkungan yang sudah terbentuk, baik secara sosial maupun fasilitas. Artinya, dengan membeli rumah bekas, biasanya sudah terdapat fasilitas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah di sekitar rumah tersebut.

“Rumah bekas biasanya sudah dilengkapi berbagai fasilitas pokok, seperti instalasi air, listrik, dan telepon. Begitu pula dengan rumah sekitarnya yang sudah dihuni tetangga. Karena itu, pelajari terlebih dahulu fasilitas dan lingkungan tetangga di sekitar rumah tersebut,” ucap Ferry.

Selain itu, surat-surat telah diurus pemilik lama sehingga Anda hanya perlu melakukan balik nama atas surat pemilikan rumah.

“Sebaiknya harus cermat dalam memilih rumah second karena bila ada kondisi yang tidak sesuai atau butuh perbaikan, kita harus menyiapkan biaya untuk renovasi,”tutur Ferry.

Beberapa kekurangan lain yang harus Anda perhatikan saat ingin membeli rumah second adalah pilihannya yang tidak terlalu banyak atau terbatas pada apa yang ditawarkan saja, tidak seperti ketersediaan perumahan baru dengan beragam tipe, lokasi, dan harga jual yang bervariasi.

Para pemburu rumah bekas atau second bukan hanya mereka yang memang ingin menempatinya sendiri (end user), melainkan ada pula para investor yang memang berburu rumah second untuk dijual atau disewakan kembali.

“Beberapa wilayah yang masih dilirik untuk berburu rumah second yaitu daerah Jakarta. Biasanya wilayah ini masih banyak dilirik karena lokasinya yang strategis dan dekat wilayah perkantoran,” ungkap Ferry.

Secara keseluruhan, wilayah Jakarta Timur adalah wilayah yang paling banyak terdapat rumah second. Lokasi berikutnya yang banyak dilirik yaitu Jakarta Selatan, yakni di kawasan Pondok Indah dan sekitarnya. Daerah ini memang banyak menyediakan rumah mewah yang menjadi incaran para pencari rumah second.

Tidak hanya wilayah Pondok Indah, daerah Jakarta Selatan lain yang juga masih banyak dilirik untuk rumah second yaitu kawasan Bintaro. Daerah yang sudah mulai berkembang sebagai kawasan satelit ini menyediakan berbagai fasilitas yang cukup komplet, mulai mal, rumah sakit, komersial, pusat perbelanjaan, lifestyle center, hingga perkantoran. Perkembangan inilah yang membuat permintaan terhadap rumah second masih cukup besar.

“Untuk rumah second di kawasan Bintaro, masih ada yang menawarkan sekitar Rp800 juta untuk tipe 60/90, itu pun rumah lama yang butuh renovasi. Penawaran rumah second paling banyak di sektor III dan V, rumah standar tipe 70/120 ditawarkan sekitar Rp1 miliar-Rp5 miliar,” ungkap Endang, broker properti dari Ray White.

Kemudian, wilayah Jakarta Pusat juga tidak luput dari incaran para pencari rumah bekas, seperti daerah Menteng dan sekitarnya. Sementara untuk di wilayah Jakarta Barat, daerah Kebun Jeruk dan Puri Indah juga banyak dijadikan incaran. Untuk daerah Jakarta Utara, lokasi rumah second yang paling banyak di jual adalah Pantai Indah Kapuk, harga rumah bekas di daerah ini pun terbilang mahal.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini