Berdasarkan kontrak, kata Budi, PTDI akan memasok 125 fuselage dan 125 tailboom untuk helikopter H225/H225M dalam jangka waktu antara 10-16 tahun. Sebelum mampu menyerahkan badan helikopter H225/ H225M secara terasembli, PTDI telah menyerahkan 49 unit tailboom dan 5 unit fuselage.
“Hubungan manufaktur yang kuat ini telah memperlihatkan perkembangannya yang pesat dalam hal industrialisasi produksi komponen penting di Indonesia. Kami akan melakukan kerja sama untuk pembuatan 125 shipsets di program MK2 yang seluruhnya dikerjakan oleh karyawan PTDI,” tambah Budi.
Menurutnya, proses awal ketika raw material dibentuk menjadi single part di Divisi Detail Part Manufacture Direktorat Produksi dimulai dari Kawasan Produksi (KP) II PTDI. Setelah itu masih di kawasan sama juga dibuat komponen bagian Machining yang kedua, proses tersebut akan di assembly di hanggar nal assembly_helikopter H225/H225M Kawasan Produksi (KP) IV PTDI.
Untuk pengirimannya, kata Budi, Fuselage dikirimkan ke pabrik Airbus Helikopter di Prancis melalui proses shipping dengan waktu pengiriman selama 5 minggu. Proses persiapan pengiriman dilakukan dengan cara membungkus bagian fuselage helikopter dengan menggunakan alumunium foil yang telah direkatkan menggunakan sealer yang kemudian dimasukkan ke dalam kontainer, hal ini pun dilakukan untuk mencegah korosi air laut selama proses pengiriman.
“Setelah tiba,fuselage akan diintegrasikan dan dilengkapi dengan engine serta sistem terbang. Helikopter tersebut akan dikirimkan untuk customer di lebih dari 15 negara di dunia,” tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.