Image

Kondisi Fiskal Indonesia Tak Sanggup Cukupi Kebutuhan Lembaga Pendidikan Vokasional

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017, 12:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 17 320 1645169 kondisi-fiskal-indonesia-tak-sanggup-cukupi-kebutuhan-lembaga-pendidikan-vokasional-8y3kgyxS07.jpg Foto: Dedy Afrianto

JAKARTA - APBN Indonesia selalu dirancang dengan skema defisit. Artinya, belanja negara selalu lebih besar dibandingkan pemasukan setiap tahunnya.

Dalam APBN 2017, telah disepakati bahwa pendapatan negara adalah sebesar Rp1.750 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.080,45 triliun. Artinya, terdapat besaran defisit pada tahun 2017 sebesar 2,41% terhadap PDB atau sebesar Rp330,16 triliun.

Keadaan ini ternyata berdampak kepada pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah pendidikan vokasional. Menurut Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas Rahma Iryanti, kondisi fiskal di Indonesia ternyata masih belum sanggup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan vokasional pada berbagai daerah.

"Apakah kemudian kita melengkapi dengan peralatan yang sesuai industri. Tapi keterbatasan fiskal tidak mungkin karena 13000 SMK, tidak mungkin," tuturnya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Untuk itu, program magang dilakukan agar kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja berkualitas dapat tercukupi. Kerjasama dengan Jerman pun dilakukan agar program ini dapat berjalan sesuai harapan.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Jerman Hendrik Barkeling mengatakan bahwa program pemagangan di Indonesia memang harus terus dilanjutkan. Pasalnya, program ini dapat mendorong pertumbuhan dunia industri di Indonesia dengan lahirnya sumber daya manusia berkualitas.

"Saya melihat Kadin melakukan kerja sama ini dengan baik pada sektor ini. Ini akan membantu sektor swasta untuk meningkatkan kualitas," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini