Image

Kisah di Balik Sosok Muda, Mandiri, dan Sukses!

Putra Ramadhani/Donald Banjarnahor, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 426 1647017 kisah-di-balik-sosok-muda-mandiri-dan-sukses-06qOtGLl4y.jpg Wirausaha Muda Mandiri (Foto: Ist)

OLD age is like everything else. To make success of it, you’ve got to start young -Theodore Roosevelt

Bagi seorang Devi Raissa Rahmawati, rendahnya minat baca di Indonesia tidak menutup prospek industri buku untuk  menghasilkan untung yang berlimpah. Perempuan berusia 29 tahun ini justru melihat ada ceruk pasar dalam industri buku yang belum digarap oleh para penerbit lain, yakni buku untuk bayi dan anak.

Awal kisah bisnis Devi yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi berawal dari riset bahwa banyak orangtua mengaku sulit berkomunikasi dengan anak balita. Wanita berhijab ini melihat buku bisa menjadi solusi untuk meningkatkan komunikasi orangtua dan anak balita. Meski demikian, ternyata buku khusus bayi dan anak kurang banyak tersedia di Indonesia. Kalaupun ada, harganya cukup mahal karena impor.

Bermodal Rp10 juta, Devi mulai memproduksi buku yang menarik untuk balita dengan konsep pop-upflap, dan touch and feel. Dengan pemasaran melalui situs dan media sosial, kini Devi mengaku sudah memiliki omzet Rp1 miliar per bulan. Kisah unik Devi itulah yang mengantar dirinya menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2016 dalam kategori Best of The Best.

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sendiri merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh PT Bank Mandiri Tbk dalam pengembangan kewirausahaan pada generasi muda. Program WMM meliputi pemberian penghargaan, pembinaan dan pendampingan terhadap seluruh pesertanya. Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan bantuan modal usaha terhadap para peserta WMM.

Selain Devi, juga ada Hendra dari Universitas Brawijaya yang menjadi juara II kategori Best Of The Best. Hendra memiliki inovasi bisnis Aquatech, yakni teknologi penetasan telur lobster.

Berikutnya ada Erik Mursidi Utomo yang berasal Universitas Airlangga. Erik yang mengembangkan restoran Ayam Bakar Pak D, berhasil menjadi juara I kategori Best Favorite. Sementara Hardin yang berasal dari Universitas Negeri Makassar menyabet posisi pemenang kedua dengan inovasinya mengembangkan Rumah Ikan Balerakko.

Bersama dengan mereka, ada 18 wirausaha muda lainnya yang juga menjadi pemenang dalam WMM 2016 dalam berbagai kategori. Seluruh pemenang ini ibarat mutiara terpendam yang ditemukan dalam WMM.

Mereka tidak hanya mendapatkan apresiasi berupa uang tunai untuk mengembangkan usahanya, tetapi  juga pendampingan, dan pembinaan dari Bank Mandiri dengan harapan dapat naik kelas menjadi pengusaha nasional dan internasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pelaksanaan program WMM diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam penciptaan lapangan kerja yang peduli dan mau berkontribusi dalam pembangunan.  

 “Dari ajang ini lahir pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan peduli,” ujarnya dalam acara Penghargaan WMM 2016 di Grha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Bogor, Sabtu, 11 Maret 2017.

Penyerahan penghargaan pemenang WMM 2016 dilakukan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mewakili Presiden Joko Widodo, dan dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, perwakilan Forum Rektor Indonesia serta ribuan mahasiswa.

 “Kami gembira, dalam satu dekade pelaksanaan program ini, WMM dapat diterima dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan serta berhasil memberikan kontribusi yang signifikan pada upaya pemerintah untuk melipatgandakan jumlah pelaku usaha di Tanah Air,” ujar Dirut Bank Mandiri yang kerap dipanggil Tiko ini.

Menteri Koperasi dan UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga mengakui program WMM berkontribusi dalam mengejar ketertinggalan Indonesia dengan Negara tetangga dalam penciptaan wirausaha.

Indonesia menargetkan jumlah wirausaha dapat mencapai 4 persen dari total penduduk, sementara saat ini baru pada kisaran 3,1 persen. Sebagai perbandingan Negara tetangga seperti Singapura mempunyai tingkat partisipasi wirausaha sebesar 7 persen, begitu pula Malaysia sebesar 5 persen dan Thailand 4 persen. "Kita yakin ke depan kita akan mengejar tetangga-tetangga kita dengan semangat kita meningkatkan wirausaha Indonesia," ujarnya.

Muda, mandiri, dan sukses tentunya menjadi impian anak muda Indonesia.  Dengan dukungan penuh dari 17 kementerian dan lembaga, BUMN serta swasta diharapkan semakin banyak wirausaha muda yang lahir dan berkontribusi positif bagi ekonomi nasional serta masyarakat sekitar. (Ulfa Arieza, Putra Ramadhani Astyawan Donald Banjarnahor)

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini