Image

Kawasan Bandara Adi Soemarmo Bakal Jadi Airport City

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 11 April 2017, 11:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 11 470 1664188 kawasan-bandara-adi-soemarmo-bakal-jadi-airport-city-72rvPkvcvT.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan kawasan terpadu Surakarta Airport City di sekitar Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Langkah tersebut untuk mendorong geliat bisnis dan ekonomi domestik di wilayah tersebut.

Pengembangan Surakarta Airport City akan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng pemangku kepentingan di daerah. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, Bandara Adi Soemarmo saat ini didukung moda kereta api dan jalan tol, sehingga pengelolaannya memungkinkan dijadikan airport city .

”Tidak seperti Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat) yang desainnya sudah dibentuk sejak awal, Bandara Adi Soemarmo ini baru akan dilaksanakan bertahap karena memang bandaranya itu sudah ada terlebih dahulu,” kata dia di Jakarta.

Menurutnya, pengembangan konsep bandara sebagai airport city akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan menggalakkan potensi ekonomi dari pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, gedung, maupun tempat rekreasi.

”Tidak menutup kemungkinan bandara ini juga menjadi pusat perawatan pesawat (maintenance repair ovehaul / MRO), karena Adi Soemarmo telah menjadi bandara pengumpul,” ucap dia.

Salah satu maskapai yang telah menjadikan Bandara Adi Sumarmo sebagai hub atau pengumpul adalah maskapai Lion Air. Menurut Agus, saat ini Lion Air telah menempatkan pesawatnya di bandara pengumpul Adi Soemarmo, mengingat kapasitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah sangat padat.

Di samping itu, Adi Soemarmo telah dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya apron atau tempat parkir pesawat seluas 420 x 135 meter dengan daya tampung mencapai 10 pesawat. Bandara ini juga telah memiliki landasan pacu sepanjang 2.600 x 45 m dengan kapasitas terminal sebanyak 1,52 juta per tahun dengan kapasitas tempat parkir, mampu menampung 330 mobil.

Dalam rencana pengembangannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mendapatkan dukungan TNIAU menjadikan bandara tersebut sebagai bandara sipil.

”Bandara Adi Soemarmo ini merupakan bandara militer yang melayani penerbangan komersial sebagai bandara sipil yang melayani penerbangan sipil. Jadi, tidak ada masalah, makanya mengajukan konsep ini,” pungkas dia.

Sepanjang tahun lalu, traffic penumpang kedatangan domestik Adi Soemarmo mencapai 1,05 juta orang, naik 49% dibanding pada 2015. Sementara arus penumpang keberangkatan tumbuh 47% atau mencapai 1,05 juta penumpang.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, pengembangan Bandara Adi Soemarmo sebagai aiport city membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun. Anggaran tersebut termasuk memanfaatkan dana APBN dalam pengembangan stasiun kereta bandara.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini