Image

Kerjasama Perdagangan dengan AS, Menlu: Bukan Hanya Perdagangan Bebas, tapi Juga Adil

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 21:19 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 20 320 1672872 kerjasama perdagangan dengan as menlu bukan hanya perdagangan bebas tapi juga adil 44YCk1dVok jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence telah sepakat menjalin kerjasama perdagangan dengan Indonesia. Hal ini disepakati dalam pertemuan hari ini, Kamis (20/4/2017), dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mike Pence mengatakan, selama ini Pemerintah AS mengharapkan adanya kerjasama perdagangan dengan konsep bebas dan adil. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja antara AS dan negara yang menjadi mitra kerjasama.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia juga berharap dapat menjalin kerjasama perdagangan bebas dengan AS. Hanya saja, perdagangan ini harus bersifat saling menguntungkan, bebas, dan adil.

"Tapi kalimat berikutnya, pasar Amerika juga sangat terbuka bagi produk Indonesia karena di (kata) kuncinya, keyword-nya adalah win win. Kita dari awal, presiden bilang win win. We are not only talk about free trade. But talking about fair trade," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menanggapi rencana Trump untuk melakukan investigasi perdagangan Indonesia, Menlu mengungkapkan bahwa perdagangan AS ke Indonesia memang mengalami defisit. Hanya saja, pada sektor jasa, AS justru mengalami surplus.

"Perdagangan mungkin dia defisit, tapi di bidang jasa, dia tidak defisit. Ini juga harus dilihat, karena tidak mungkin di semua lini satu pihak beruntung," tuturnya.

Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh kedua negara. Diharapkan, kerjasama ini nantinya dapat saling menguntungkan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kedua negara.

"Itu berarti enggak fair deal dong. Ya kan, harus ada fair deal-nya dong. Oke, Anda untung di sini, saya untung di sini. Nanti kita dapatnya apa. Makanya free and fair dan win win. Dua kunci itu," tutupnya.

(kmj)

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini