Image

Perdagangan dan Investasi Jadi Fokus Kerjasama Bilateral dengan AS

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 20:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 20 320 1672832 perdagangan-dan-investasi-jadi-fokus-kerjasama-bilateral-dengan-as-ZmRJSOGLrf.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence ke Indonesia telah membuahkan kerjasama pada sektor perdagangan dan investasi. Pada kesepakatan kerjasama ini, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada sektor perdagangan, khususnya ekspor.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Amerika Serikat telah menyampaikan komitmennya untuk membangun hubungan yang lebih kuat berdasarkan strategic partnership. Kerjasama bilateral kedua negara pun akan diperkuat setelah Amerika Serikat tak lagi menjadi anggota Trans Pasific Partnership (TPP).

"Ini adalah dasar landasan yang akan kita pakai untuk membangun sebuah hubungan yang lebih baik. Sekarang kita lihat, di dalam strategic partnership itu kan ada berbagai macam bidang kerjasama, yang itu kan sifatnya tidak statis. Semuanya akan sangat bergantung pada situasinya," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Adapun sektor kerjasama yang diprioritaskan antara kedua negara adalah perdagangan dan investasi. Utamanya adalah penghapusan hambatan pada sektor ekspor

"Misalnya, kalau kita sedang memprioritaskan kerjasama maritim misalnya, maka maritim akan menjadi prioritas. Tapi yang selalu konsisten menjadi prioritas itu adalah bidang perdagangan dan investasi. Jadi strategic partnership itu, pilar perdagangan itu selalu menjadi pilar yang sangat penting," ungkapnya.

Dalam hal investasi, lanjutnya, AS lebih memilih untuk melakukan pendekatan atau negosiasi bilateral. Hal ini pun direspons secara positif oleh pemerintah karena dianggap akan memberikan keuntungan bagi kedua negara.

"Oke, bilateral. Mari kita lakukan. Karena kalau kita melakukan negosiasi, itu berarti kita juga tahu mana yang bisa kita tawarkan, dan mana yang bisa kita ambil. Semuanya subject to negosiasi. Oleh karena itu, Presiden dan juga Wapres ingin menindaklanjuti pembahasan mengenai perdagangan, investasi bilateral dalam waktu dekat," ungkapnya.

Pembicaraan kerjasama bilateral ini akan dilakukan oleh Indonesia dan AS pada bulan depan. Hal ini akan dibahas oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kunjungan kerjanya ke AS.

"Bulan depan saya sudah akan masuk ke Washington. Sudah akan mulai menginisiasi pembicaraannya. Kita akan melihat kemungkinan-kemungkinannya. Apakah di dalam trade and investment itu kita mau pakai, mau dibilang misalnya trade and invesment and then policy, finance, yang lain-lain yang terkait dengan internasional karena terkait dalam konteks internasional, kemudian kerjasama lainya yang menjadi fokus, bisa, atau kita fokus dulu kepada trade and investment. Bisa berupa PTA (Preferential Trade Association), bisa free trade agreement, bisa comprehensive economic partnership. Itu semuanya terbuka," tuturnya.

Pemerintah pun akan bergerak cepat untuk menanggapi usulan dari Wapres AS ini. Pembahasan rencananya akan dilakukan oleh pemerintah secara bertahap.

"Saya sudah bicara dengan Pak Mendag (Menteri Perdagangan), kemarin saya juga sudah bicara dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), saya juga sudah minta Direktur saya, besok sudah mulai kumpul. Timnya Pak Menko, tim perdagangan, perindustrian, pertanian, BKPM, Kemlu, untuk menentukan format seperti apa yang kita inginkan. Jadi kita mendahului untuk mengatakan, this is the format that we want to have it," ungkapnya.

Hanya saja, belum diketahui format kerjasama yang diinginkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini akan dibahas dalam pertemuan lintas kementerian yang akan segera dilakukan.

"All will be subject of negotiate. Ini kan masih inisial," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini