Image

Nih Tiga Poin Penting dalam Kunjungan Wapres AS ke Indonesia

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 20:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 20 320 1672844 nih-tiga-poin-penting-dalam-kunjungan-wapres-as-ke-indonesia-afWwzPMk5Z.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence hari ini, Kamis (20/4/2017), telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam kunjungan ini terdapat beberapa hal yang dibahas. Utamanya adalah pada sektor perdagangan dan investasi.

Amerika Serikat sempat ingin menjalin kerjasama bilateral dengan Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat terjalin setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari kerjasama perdagangan bebas Trans Pasific Partnership (TPP).

Hanya saja, menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pemerintah belum akan melakukan 'scooping' terhadap rencana kerjasama ini. Pasalnya, masih perlu pembahasan lebih lanjut antara internal pemerintah.

"Scooping itu belakangan. Jadi kita bicara dulu, kita mau bicara apa nih. Kalau kita bicara kemudian kita siapkan paper, kemudian scooping. Scooping itu kan sebenarnya apa yang kamu tawarkan, apa yang aku tawarkan. Itu yang akan jadi bahan untuk negosiasi. Tapi at least, yang paling penting itu adalah message yang disampaikan," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Retno menambah, meskipun belum dapat dipastikan detail kerjasama perdagangan bebas yang akan dilakukan, setidaknya terdapat tiga poin penting dalam kunjungan kali ini. Pertama adalah komitmen untuk memajukan kerjasama ekonomi win-win solution.

"Itu secara jelas, berkali-kali ditekankan oleh Presiden Jokowi dan diamini oleh Wapres Pence. Saat bicara dengan Wapres (Jusuf Kalla) juga ditekankan lagi. Bahwa kalau kita berhubungan, tidak mungkin atau kita akan sulit kalau kita tidak memegang prinsip itu, karena at the end, kita bertanggung jawab kepada rakyat kita, mereka bertanggung jawab kepada rakyat mereka. Oleh karena itu, harus dicari titik tengah di mana dua-duanya diuntungkan," tuturnya.

Adapun poin kedua adalah masalah demokrasi. Pada kunjungan ini, Wapres AS sempat mengapresiasi pesta demokrasi di Jakarta yang berjalan lancar.

"Dia (Pence) mengatakan, ini event lebih maju nih dari Amerika. Ini merupakan satu aset, apresiasi mengenai masalah demokrasi. Demokrasi kita yang kebetulan kita mayoritas penduduknya adalah beragama Islam. Jadi sekali lagi ini satu potret yang sama sekali tidak mengkhawatirkan, di mana Islam itu bisa berdemokrasi dengan damai, sehingga tidak perlu terjadi kekhawatiran investor asing untuk berinvestasi di Indonesia karena semua program tetap untuk reformasi, itu enggak akan terpengaruh apa pun," ungkapnya.

Adapun poin penting ketiga adalah adanya penghargaan bagi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Meskipun banyak perbedaan suku hingga agama, Indonesia masih tetap dapat mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal inilah yang turut menjadi alasan bagi Wakil Presiden Amerika Serikat untuk berkunjung ke Indonesia.

"Ketiga, nilai strategis Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Ini juga memiliki nilai yang sangat strategis. Kalau lihat perjalanan Wapres Pence ke Korea Selatan, Jepang, Indonesia, Australia. Tiga (negara) merupakan aliansi, sekutu. Jadi kan kemudian kita sendiri bertanya, why Indonesia. Jawabannya yang seperti saya sampaikan," pungkasnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini