JAKARTA - Arus modal asing yang semakin meningkat telah mendorong pasar saham Indonesia mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat mencatatkan level tertingginya pada beberapa hari kemarin.
Meski demikian, analis pasar modal Satrio Utomo menyarankan investor agar berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk membeli saham. Terlebih, saat ini kondisi pasar berada dalam kondisi yang tidak stabil.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melihat Price Earning Ratio (P/E Ratio) yang dimiliki sebuah emiten guna menentukan apakah saham tersebut layak untuk investasi atau tidak. Menurutnya, saham yang masih menarik adalah saham yang memiliki P/E Ratio di bawah 30 kali, lantaran harganya tidak terlalu mahal. Namun, ada pengecualian terhadap saham-saham tertentu.
"Kalau saham secara normal, hanya satu saham yang ada di situ yaitu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Pasalnya supply dan demand (saham) tidak cocok," kata dia kepada Okezone di Jakarta.
Menurutnya, saat ini banyak sekali investor yang berminat dengan saham UNVR. Sayangnya, masih jarang yang mau menjual saham UNVR. "Jadi UNVR ini adalah pemain besar, jadi 50 (P/E Ratio) masih relevan," jelas dia.
"Di luar UNVR apabila memiliki PER di atas 30 termasuk mahal. Soalnya cepat atau lambat pasti terjadi penurunan harga saham," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.