JAKARTA - Sampai kapan pun bunga akan menjadi simbol keindahan dan kecantikan. Kini bunga kering banyak dipakai mengingat bunga asli yang mudah layu dan cukup sulit pemeliharaannya.
Hiasan bunga kering dibuat dari berbagai bahan alami, seperti kulit jagung dan mangga laut. Ranting dibuat dari pohon mahoni dan pinus. Dengan diberi sentuhan seni, melalui proses pengeringan dan pengeleman, berbagai bahan alami tersebut diolah menjadi booklet bunga yang indah.
Disadur dari buku '99 Bisnis Anak Muda' karangan Malahayati dan Hendry E Ramdhan terbitan 2015, lihat perhitungannya.
A. Peluang Bisnis
Selain untuk pelengkap dekorasi ruangan, bunga juga banyak dimanfaatkan orang untuk kepentingan tertentu, misalnya Hari Valentine atau momentum khusus lainnya seperti ulang tahun, pernikahan, dan lain-lain. Kebutuhan konsumen akan bunga bisa dipastikan tidak akan redup, di sinilah peluang untuk berbisnis terbuka. Apakah kamu tertarik berbisnis bunga kering?
B. Memulai Bisnis
Ada beberapa hal yang bisa kamu ikuti ketika akan memulai usaha ini.
1. Munculkan kreativitas dan keahlian merangkai bunga kering.
2. Miliki ketekunan dan ketelitian mengolah bahan.
3. Ketahui aneka jenis bahan pembuat bunga.
4. Mencari informasi bahan-bahan pembuat bunga yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif agar dapat dijual dengan harga bersaing.
5. Bahan yang dibutuhkan di antaranya bunga, kertas koran, tali pengikat, gunting, pasir putih/kassa, hairspray, dan dus. Bunga yang bisa dikeringkan banyak sekali macamnya, yang biasa atau mudah ditemui, misalnya dahlia, ros, zinnia (bunga kertas), lavender, helipterum, rumput-rumput, bunga-bunga liar (achillea, aconitum, allium, dan lain-lain), krissan, artemisa, dan masih banyak lagi.
C. Hambatan
Ketika menjalankan usaha ini ada beberapa hambatan yang mungkin akan kamu temui, di antaranya sebagai berikut.
1. Pemasaran. Jika tak gencar melakukan promosi, bisnis kamu kurang dikenal oleh orang lain.
2. Jika tidak kreatif dan inovatif, hasil kreasimu akan membosankan dilihat oleh konsumen. Usahakan mengeksplorasi bentuk bunga semenarik mungkin agar konsumen tertarik.
D. Strategi Bisnis
Berikut beberapa strategi dalam berbisnis bunga kering.
1. Buatlah seatraktif mungkin bunga yang kamu desain.
2. Setiap kali kamu mendapatkan keuntungan, jadikan modal untuk menambah varian bunga yang kamu miliki.
3. Catat nomor kontak para pelangganmu dan informasikan jika kamu memiliki jenis bunga baru.
E. Analisis Bisnis
|
MODAL AWAL |
|
|
Peralatan: |
|
|
Alat rangkai bunga |
Rp500.000 |
|
Etalase |
Rp1.000.000 |
|
Jumlah |
Rp1.500.000 |
Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp1.500.000 - Rp1.500) : 4 = Rp374.625 per tahun atau sama dengan Rp31.300 per bulan.
|
Perkiraan Laba per bulan: |
|
|
|
Asumsi penjualan bunga 100xRp25.000 |
|
Rp2.500.000 |
|
Biaya-biaya: |
|
|
|
Penyusutan peralatan |
Rp31.300 |
|
|
Bahan-bahan |
Rp100.000 |
|
|
Upah karyawan |
Rp500.000 |
|
|
Transportasi |
Rp100.000 |
|
|
Lain-lain |
Rp200.000 |
|
|
Jumlah |
|
(Rp931.300) |
|
Laba bersih |
|
Rp1.569.000 |
Perkiraan modal kembali dengan perhitungan berdasarkan penjualan 100 bunga @Rp25.000 = Rp1.500.000 : 1.569.000 = 1 bulan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.