JAKARTA - Pemerintah akhirnya meresmikan pengoperasian underpass Tambun. Peresmian underpass yang dibangun sejak April 2014 tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, pembangunan underpass Tambun dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan juga pengguna jalan raya.
"Dengan beroperasinya underpass ini diharapkan perlintasan sebidang Stasiun Tambun dapat segera ditutup," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/5/2017).
Dirinya menambahkan, pengguna jalan raya sekarang dapat melalui underpass Tambung, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan sebidang Stasiun Tambun.
"Pemerintah berharap agar underpass ini dapat segera dioperasikan, selain itu diharapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memelihara dan menjaga underpass ini," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bekasi Hj Neneng Hassanah Yasin menambahkan, penantian masyarakat Kabupaten Bekasi selama 3 tahun akhirnya terjawab dengan dioperasikannya underpass Tambun
"Kami berterima kasih atas dukungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian sehingga pembangunan underpass Tambun ini dapat terwujud," ujar Neneng Hassanah.
Sebagai informasi, dana pembangunan underpass bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan sekira Rp108,17 miliar. Underpass Tambun ini mempunyai dimensi, panjang box underpass sekira 48 meter, lebar box underpass 22 meter, tinggi box underpass 7,6 meter, serta tinggi lubang box underpass sekira 5,3 meter.
Kemudian panjang ramp utara dan selatan, masing-masing 162 meter. Underpass ini terdiri atas 4 lajur 2 arah, serta diperlengkapi dengan 6 pompa pembuangan air dan genset berkapasitas 150 KVA.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.