Darmin menyayangkan hal tersebut. Pasalnya dengan hanya bermodal nekat, efeknya para penduduk desa yang bermigrasi hanya akan menjadi pegawai informal yang mayoritas adalah pedagang kaki lima hingga tukang becak.
"Dulu 20, 30, 40 tahun lalu waktu saya masih remaja, saya selalu menyaksikan penduduk desa datang ke kota dengan badannya sendiri saja, mungkin juga sekarang. Kemudian di kota ada bandar apa pun juragan yang membuka orang datang dengan dirinya saja, dia training dua sampai tiga jam," jelas Darmin.
(kmj)
(Rani Hardjanti)