Perkenalkan Smart City, Makassar Pilih Heartware dari Hardware

Sindonews, Jurnalis · Rabu 24 Mei 2017 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 24 470 1699175 perkenalkan-smart-city-makassar-pilih-heartware-dari-hardware-kwQCZr6R3i.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Makassar terpilih menjadi tuan rumah Indonesia Smart City Summit 2017 yang dirangkai dengan penandatanganan MoU mendukung Gerakan Menuju 100 Smart City oleh 25 kepala daerah kabupaten/kota di Indonesia bertempat di Four Point by Sheraton Hotel. Keputusan ini dinilai tepat, mengingat Makassar terletak di tengah-tengah Indonesia.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam sambutannya di hadapan Ditjen Aplikasi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Ditjen Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas, serta seluruh kepala daerah se-Indonesia, mengapresiasi keputusan ini.

"Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah pencanangan ini. Makassar adalah kota yang jika kita analogikan sebagai tubuh manusia, dia persis di pusarnya Indonesia," kata dia dalam rilisnya, Rabu (24/5/2017).

Menurutnya, posisi sebuah daerah sangat penting. Posisi ini banyak memberi peluang menarik, baik bisnis maupun dalam mencanangkan kebaikan-kebaikan untuk Indonesia. Menurutnya, ada dua ciri perubahan nyata di bumi ini, yakni perubahan iklim dan kecepatan.

Perubahan iklim adalah hal nyata yang terjadi terus-menerus, sehingga sangat berbahaya jika orang-orang yang menempatinya tidak tanggap terhadap perubahan tersebut. Sedangkan perubahan kecepatan terjadi ketika setiap orang berlomba-lomba melawan masalah.

"Kadang-kadang masalah lebih cepat dari solusinya, pemerintah daerah terus berpikir bagaimana menemukan solusinya, sehingga ditemukan program smart city," tuturnya.

Pemerintah Kota Makassar memiliki model smart city yang sedikit berbeda. Jika umumnya smart city adalah hardware, di Makassar juga membutuhkan heartware yang akan menjadi pembeda. Di sinilah kemudian muncul istilah sombere and smart city.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini