Menteri Basuki Ingin Terapkan Smart Water Management, Apa Keuntungannya?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 470 2313868 menteri-basuki-ingin-terapkan-smart-water-management-apa-keuntungannya-4hj32YsEUq.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia. Pemanfaatan teknologi tepat guna, efektif, efisien, dan ramah lingkungan didorong menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur yang telah dibangun dapat dirasakan generasi mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam pengelolaan sumber daya air saat ini, Indonesia telah menerapkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu atau Integrated Water Resources Management (IWRM).

Baca Juga: Sentilan Jokowi soal Proyek Mangkrak, Ini 4 Faktanya

Namun dengan semakin berkembangnya kondisi lingkungan strategis yang menjadi tantangan pembangunan sumber daya air.

Misalnya, seperti pertambahan jumlah penduduk, perubahan iklim, dan kerentanan bencana. Untuk itu pengelolaan SDA harus memanfaatkan keberadaan TIK sehingga menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air atau Smart Water Management (SWM).

Baca Juga: Masuk PSN, Proyek Smelter Nikel Dipercepat

"Saya kira ke depan, HATHI (Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia) tidak cukup hanya mengimplementasikan Integrated Water Resources Management. Dengan kondisi saat ini dan tuntutan masa depan, kita harus mengembangkan Smart Water Management yang terintegrasi dengan konsep resilient city, smart city, livable city yang semua arahnya ke smart management," kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Minggu (22/11/2020)

Menurut Basuki, SWM sangat memungkinkan diterapkan HATHI dalam mendukung pengelolaan SDA secara terpadu di Indonesia.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan pemanfaat teknologi dalam organisasi HATHI menjadi perhatian penting untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur SDA yang berkualitas.

"Kita butuh tenaga-tenaga ahli hidrolik yang handal. Untuk itu ketika kita kuliah dan lulus menjadi alumni, kemudian masuk organisasi profesi, kita tidak boleh jauh dari kampus. Karena begitu jauh dari kampus, kita akan ketinggalan ilmu pengetahuan. Untuk itu sejak lama saya meminta organisasi profesi harus dekat dengan kampus. Kongres, seminar tidak diselenggaran di hotel, tapi di kampus," jelasnya Basuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini