Terakhir khusus PP Energi, dibagi menjadi dua tahap dengan tahap pertama ditargetkan Rp2 triliun dan nantinya totalnya sekira Rp6 triliun. Tumiyana pernah bilang, nantinya penggunaan dana hasil IPO untuk akuisisi perusahaan dan menggarap kontrak proyek PLN. Sementara mengenai porsi saham yang akan dilepas ke publik dari masing-masing anak usaha tersebut, Tumiyana masih merahasiakan.
Pihak pemerintah sendiri mengungkapan, tahun ini akan banyak anak usaha BUMN yang bakal listing di pasar modal. Deputi Kementerian BUMN bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, saham yang akan ditawarkan ke publik lewat IPO tersebut minimal 20% dari setiap satu anak usaha.
Dana yang diincar dari IPO 9 anak usaha BUMN tersebut sekitar Rp21 triliun.”Totalnya sekitar Rp21 triliun yang hampir firm. IPO minimal 20%. Kecuali size-nya kecil bisa naik sampai 30%. Kenapa kita lakukan itu, karena empirical studies bahwa anak BUMN kalau IPO laku keras," ujarnya.
Adapun perusahaan pelat merah yang berencana melepas anak usahanya di bursa saham di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), BUMN sektor konstruksi, BUMN sektor properti, dan BUMN sektor infrastruktur.”Kita punya bisnis di airlines dan punya anak usaha yang marginnya sangat tinggi, itu akan lepas 20%. GMF anak Garuda," katanya.
Sementara Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mendorong BUMN maupun anak usahanya untuk menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Dengan ‘go public’, kata Samsul Hidayat, BUMN akan didorong untuk mandiri dalam mencari pendanaan dan tidak bergantung pada pemerintah.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.