JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan impor secara month to month sebesar 15,67% menjadi USD13,82 miliar pada Mei. Secara year on year, nilai impor sepanjang Mei tumbuh sebesar 24,03%.
Impor pada sektor migas tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,54% dibandingkan April dari USD1,65 miliar menjadi USD1,82 miliar. Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 16,49% secara month to month dari USD10,3 miliar menjadi USD12 miliar.
Khususnya untuk sektor nonmigas, terdapat beberapa sektor yang mengalami kenaikan tinggi sepanjang Mei. Salah satunya adalah mesin dan peralatan mekanik. Ekspor besi dan baja juga tercatat mengalami kenaikan.
"Impor ini berasal dari beberapa negara seperti China," kata Deputi bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Adapun daftar impor sepanjang Mei 2017 yang mengalami kenaikan adalah sebagai berikut:
1. Mesin dan peralatan mekanik: USD274,6 juta
2. Besi dan baja: USD179 juta
3. Mesin dan peralatan listrik: USD173,5 juta
4. Plastik dan barang dari plastik: USD112,4 juta
5. Serealia: USD68,1 juta.
Sementara itu, beberapa sektor impor nonmigas sepanjang Mei 2017 adalah sebagai berikut:
1. Kendaraan bermotor terbongkar: minus USD6,8 juta
2. Gula dan kembang gula: minus USD11,5 juta
3. Buah-buahan: USD12,4 juta
4. Senjata dan amunisi: USD17 juta
Selain itu, BPS mencatat impor konsumsi pada Mei mencapai USD1,28 miliar. Selain itu, impor bahan baku atau penolong tercatat mencapai USD10,54 miliar. Adapun impor barang modal tercatat mencapai USD2 miliar.
"Peran bahan baku atau penolong adalah sebesar 76,27% pada Mei 2017," ujarnya.
Sementara itu, sejak Januari hingga Mei 2017, impor mesin atau pesawat mekanik tercatat mencapai USD8,43 miliar. Adapun impor mesin atau peralatan listrik mencapai USD6,97 miliar.
Secara pengelompokan, impor barang konsumsi sepanjang Januari hingga Mei 2017 tercatat mencapai USD5,64 miliar. Adapun impor bahan baku penolong adalah sebesar USD47,24 miliar dan barang modal sebesar USD9,48 miliar.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.