nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Menteri Ini Sudah Sibuk Ngurus Mudik 2018, Intip Persiapannya!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 08:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 07 320 1730664 2-menteri-ini-sudah-sibuk-ngurus-mudik-2018-intip-persiapannya-Y9dSv7iDMH.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Arus mudik 2017 telah berakhir. Pemerintah pun akan mulai persiapan untuk menghadapi arus mudik 2018 pada pekan depan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun telah memiliki sejumlah rencana agar layanan pemerintah pada arus mudik 2018 dapat lebih baik dibandingkan tahun ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan rest area.

"Rest area memang kita sudah mikir, bagaimana kita bisa menyiapkan rest area secara optimal. Mungkin bisa juga untuk membawa kuliner setempat supaya bisa hidup. Karena kalau kita bangun rumah, ruang tamu itu bukan untuk halalbihalal desainnya. Kalau mau pakai untuk halalbihalal pasti sewa tenda. Kita sedang kaji untuk mungkin kita carikan jalan keluar untuk rest area ini," kata Basuki yang mengumpamakan rest area seperti ruang tamu saat Lebaran di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (6/7/2017) malam.

Tak hanya itu, pada sisi transportasi, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan alternatif agar kemacetan dapat terurai. Salah satunya adalah jalan di lintas selatan Pulau Jawa.

"Jadi kita sudah bikin dan evaluasi, karena Nagreg ini kita bikin underpass untuk mengatasi kemacetan. Kita akan bikin alternatif dari Ciawi-Cikijing- Lingkar Jatigede. Agustus konstruksinya sudah kita mulai. Kalau pembebasan lahannya sudah, tinggal 1 km lagi. Karena lingkar Jatigede belum bisa ngisi waduk Jatigede. Kita akan naikkan, relokasi supaya bisa maksimal kapasitas Jatigede sambil menjadikan dia jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di Nagreg. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan sebelum mudik," kata Basuki.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya juga memiliki fokus tersendiri pada persiapan arus mudik tahun 2018 mendatang. Menurutnya, pemerintah akan berupaya untuk menyediakan ruang udara yang lebih besar agar kapasitas angkut penumpang pesawat terbang dapat meningkat.

"Saya memang akan konsentrasi ke masalah regulasi, baik dilakukan oleh para perator. Pesawat sekarang ini ada stagnasi terutama di bandara utama Surabaya dan Jakarta. Kareana ada penembangan dari barat dan timur dari Surabaya bertumpuk di Jakarta. Kita akan buat sub hub di Semarang, Solo. Jadi kalau dari Kualanamu mau ke Semarang enggak perlu ke Jakarta. Sehingga ruang udara longgar," kata Budi Karya pada kesempatan yang sama.

Kapasitas angkut penumpang pun diharapkan dapat bertambah. Dengan begitu, akan semakin besar jumlah kursi yang tersedia untuk mengangkut para pemudik.

"Kita akan intensifkan penggunaan pesawat wide body untuk tujuan favorit seperti Surabaya, Kualanamu, Bali, Ujung Pandang. Bisa lebih besar 10%," ujarnya.

Selain itu, sektor transportasi kelautan juga akan dibenahi oleh pemerintah. Aturan pun akan dilonggarkan agar semakin banyak kapal yang dapat mengangkut para pemudik.

"Kapal belum diminati tapi saya senang karena 22 ribu (penumpang) kemarin relatif dengan okupansi 80%, dan mereka sudah mulai menikmati, dan di hari sekarang sudah mulai. Jadi angkutan punya double function untuk logistik dan penumpang. Saya akan longgarkan peraturan, kalau sebelumnya kapal harus dibeli sekarang bisa sewa. Jadi Pelni, ASDP swasta bisa sewa," kata Budi.

Pada transportasi darat, layanan pada bis dan kereta juga akan ditingkatkan oleh pemerintah. Dengan begitu, diharapkan pemudik dengan menggunakan transportasi pribadi akan berkurang, khususnya sepeda motor.

"Bis sekarang ada yang tidak layak, tapi akan kita intensifkan supay abisa menampung dalam jumlah yang lebih banyak. Train kita akan memperbaiki signal. Kalau signal diperbaiki di kawasan Jakarta, Jabar, Jatim, menurut kalkulasi bisa naikkan 40% kapasitas. Long term baru kita buat kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Itu diikuti dengan kita melakukan regulasi terhadap motor," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini