Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?

Ulfa Arieza , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2017 |15:37 WIB
   Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?
Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya terus dikembangkan. Tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomisnya, proyek ini  juga ditelaah dari segi manfaat yang dihasilkan, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengkomparasi revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya dengan moda pesawat terbang.  Dia menjelaskan, penumpang yang menggunakan pesawat untuk mobilisasi Jakarta ke Surabaya membutuhkan waktu setidaknya 3,5 jam. Termasuk 1,5 jam perjalanan serta 2 jam untuk waktu tunggu.

"Kalau kereta api ini bisa dengan 5 jam ini kompetitif. Tetapi kalau sampai 7 jam, menjadi tidak ada suatu lompatan," kata dia di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Senin (17/7/2017).

Dia menambahkan, pemerintah sangat memerhatikan segi kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, investasi besar dan mahal yang memberikan manfaatnya kecil sangat dihindari. "Kita mencari suatu ekuilibrium tertentu untuk membangun kereta api Surabaya yang efisien dan bermanfaat bagi masyarakat" ujar dia.

Saat ini, kajian proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya masih berada di tangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurut dia, pihaknya mempunyai keinginan untuk membuat kereta api semicepat dengan kualifikasi 160 km per jam. 

"Itu bisa dicapai dengan dua hal minimal. satu harus dicapai dengan elektrifikasi, yang kedua harus dihilangkan kurang lebih 100 lintasan sebidang," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement