Mangkrak 11 Tahun, Begini Cara KESDM Selesaikan Pembangunan Jaringan Pipa

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 18 320 1738899 mangkrak-11-tahun-begini-cara-kesdm-selesaikan-pembangunan-jaringan-pipa-YDzfKrSF4P.jpg Ilustrasi: reuters

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat adanya pembangunan jaringan pipa Cirebon-Semarang yang sejak 2006 belum juga terealisasi hingga sekarang. Proyek yang digarap PT Rekayasa Industri beralasan belum merealisasikan proyek tersebut karena belum adanya pasokan gas.

Guna menyelesaikan hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengintegrasikan jaringan pipa dengan sumber gas. Pembangunan pipa transmisi dan distribusi harus terintegrasi, harus ada sumber gas, dan struktur penggunanya.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, jika salah satu dari sumber gas hingga jaringan pipa tidak ada, maka tidak mungkin ada pembangunan. Untuk itu, dalam pembangunan jaringan pipa seperti Cirebon-Semarang harus diintegrasikan dengan sumber gas dan penggunannya.

"Nah sekarang kita integrasikan, sumbernya dari mana, user-nya siapa saja, kita kan juga enggak bisa mengalokasikan gas kalau user-nya enggak ada," tuturnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Jadi, lanjut Wirat, pipa gas Cirebon-Semarang harus dihubungkan dengan wilayah kerja kerja di mana. Hal ini supaya jaringan pipa terhubungan dengan energinya.

"Pokoknya harus integrasi dulu. Pasokan, infrastruktur baru deh lokasinya. Kalau user sudah ada, gasnya ada kan bisa dari LNG, bisa dari WK mana saja," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini