Groundbreaking Pipa Gas Cirebon-Semarang Diundur

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2015 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 11 19 1164057 groundbreaking-pipa-gas-cirebon-semarang-diundur-L44dOXVbZa.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan, groundbreaking proyek pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang sepanjang 260 hingga 270 km yang dimenangkan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), dipastikan mundur dari jadwal groundbreaking semula pada Mei hingga Juni ini.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Norsaman Sommeng mengatakan, tertundanya groundbreaking proyek pipa gas Cirebon-Semarang lantaran PT Rekayasa Industri (Rekind) belum memastikan pihak mana yang akan menjadi mitra kerjanya.

"Groundbreaking pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang mundur dari jadwal awal, mulai Mei-Juni ini," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, akan segera memanggil kembali PT Rekayasa Industri (Rekind) dengan beberapa pihak terkait guna membahas kelanjutan proyek tersebut pada minggu depan.

"Kita akan panggil (PT Rekind) minggu depan," imbuh dia.

Adapun pihak mana yang akan menjadi mitra kerja PT Rekayasa Industri (Rekind) nantinya, terang Andi, dirinya menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada PT Rekayasa Industri (Rekind) maupun BUMN yang berkaitan dengan proyek pipa gas tersebut.

"Biarkan BUMN (Pertagas atau PGN) yang memutuskan siapa mitra untuk proyek tersebut," jelasnya.

Dalam hal ini, pembagian porsi keuntungan ataupun saham proyek pipa gas tersebut yang nantinya akan akan membentuk suatu perusahaan baru, akan dibicarakan secara Business to Business (B2B) antara PT Rekayasa Industri (Rekind) dengan mitra kerja terpilihnya. "Kalau kami (BPH Migas), akan lebih fokus pada pembangunan proyek ini lantaran sudah telat delapan tahun," tutur Andi.

Andi mengungkapkan, rencana pembangunan proyek pipa gas Cirebon-Semarang sejak awal diperkirakan akan memakan biaya hingga mencapai USD170 juta.

"Nilai investasi ini dipaparkan sejak awal, yakni 2006 sebesar USD170 juta dengan besaran gas 350 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini