Mangkrak 14 Tahun, Alasan Rekind Hengkang dari Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293729 mangkrak-14-tahun-alasan-rekind-hengkang-dari-proyek-pipa-gas-cirebon-semarang-8LJlq4j4Sj.jpg Ilustrasi Pipa Gas (Foto: Dok PGN)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan alasan mundurnya PT Rekayasa Industri (Rekind) dalam pembangunan pipa gas transmisi Cirebon-Semarang. Selain kendala pasokan gas, proses lelang proyek dinilai lemah.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan, harusnya ada batasan waktu yang diberikan BPH Migas kepada Rekind usai ditetapkan sebagai pemenang lelang atau tender proyek pada 2006 lalu. Tidak ada batas terminasi itulah dinilai menjadi salah satu faktor mangkraknya proyek strategi nasional (PSN) tersebut.

"Batasan kelemahan di 2006 saat lelang, tidak ada batas terminasi. Masa 14 tahun masih dibiarkan. Mestinya ke depan melalui kajian, mesti ada batasan waktu. siapa pemenang lelang mesti dibatasi," ujar Fanshurullah dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2020).

BPH Migas juga mengaku bahwa proyek pipa gas bumi arus Cirebon-Semarang belum akan berjalan tahun ini. Meski begitu, BPH Migas berupaya agar akhir tahun 2020 ada kepastian ihwal kelanjutan proyek tersebut.

Upaya itu dilakukan seiring dengan BPH Migas pembentukan tim internal untuk mengkaji kelanjutan nasib proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut. Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, pihaknya sudah menugaskan kepada Direktur Gas Bumi untuk melaksanakan kajian dalam waktu maksimal 1 bulan sejak tanhgal 12 Oktober.

"BPH Migas sudah menugaskan kepada Direktur Gas Bumi untuk melaksanakan kajian dalam waktu maksimal 1 bulan sejak tanggal 12 Oktober," kata dia.

Proyek pipa gas transmisi Cirebon-Semarang ini dilelang berdasarkan Rencana Induk Tahun 2006 BPH Migas. Rekind ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 dengan spesifikasi penawaran lelang adalah diameter 28, panjang 255 km, kapasitas desain 350-500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Februari 2020, proyek ini belum mengimplementasikan hasil yang signifikan, sehingga Rekind memutuskan untuk mundur.

 Pipa Gas

Selanjutnya, BPH Migas akan melakukan pengkajian ulang perencanaan proyek ini. Dalam waktu 1 bulan setelah tanggal 12 Oktober 2020, diharapkan sudah ada keputusan terbaik agar salah satu PSN ini bisa berjalan dengan baik.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah Rekind yang dengan jelas mundur karena faktor ketidaksiapan sehingga memberi kepastian akan kelangsungan proyek ini.

"Kita apresiasi langkah yang dilakukan Rekind. Jadi lebih bagus seperti ini, ada hitam dan putih, jadi jelas, kami apresiasi jadi tahu penjelasannya meski terlambat," ujar Fanshurullah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini