Butuh 40 Tahun! Akhirnya Proyek SPAM Umbulan Rp4,51 Triliun Mulai Dibangun

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 320 1740675 butuh-40-tahun-akhirnya-proyek-spam-umbulan-rp4-51-triliun-mulai-dibangun-k9gQI6jj9t.jpg Foto Umbulan (Bappeda.jatim.go)

PASURUAN - Hari ini, pemerintah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan juga Proyek Prioritas ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam usaha pembangunannya.

“Proyek ini diinisiasi lebih kurang 40 tahun lalu dan berhasil direalisasikan atas koordinasi dan kerja keras berbagai pihak terkait, baik sisi pemerintah maupun swasta,” ungkap Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/7/2017).

Adapun acara seremonial groundbreaking ini dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, serta perwakilan K/L dan Pemda terkait lainnya.

Proyek Umbulan merupakan salah satu ikon skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek ini menelan nilai investasi total sebesar Rp4,51 triliun untuk instalasi pengolahan air, transmisi, offtake, reservoir, dan jaringan distribusi di lima Kabupaten atau Kota. Kabupaten dan kota dimaksud yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik.

Proyek SPAM Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik dengan air baku berasal dari Mata Air Umbulan berlokasi di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km dan dapat dinikmati oleh sekira 1,3 juta jiwa masyarakat.

Darmin mengatakan, proyek infrastruktur ini menjadi salah satu proyek yang tidak terhalangi walaupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mendukung.

Terbatasnya APBN tidak menghalangi pemerintah untuk mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah akan terus mendukung secara penuh keterlibatan badan usaha swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU,” jelas Darmin.

Darmin juga berpesan setelah pelaksanaan konstruksi selesai, maka hal yang tidak kalah penting bagi proyek ini adalah pengelolaan proyek agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Dukungan dan komitmen berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan tidak hanya selama masa konstruksi, tetapi juga selama masa operasi untuk tercapainya penyediaan air minum bagi masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.

Dalam implementasinya, proyek ini mendapatkan sejumlah dukungan dari pemerintah dalam bentuk:

1. Dukungan Kelayakan (VGF) sebesar Rp818 Miliar oleh Kementerian Keuangan

2. Dukungan sebagian konstruksi berupa pembangunan jaringan pipa tapping transmisi air bersih ke reservoir PDAM, fasilitas instalasi pengolahan air sungai Rejoso, dan perizinan untuk penempatan pipa pada jalan tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

3. Fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/PDF) dari Kementerian Keuangan yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Penjaminan Pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini