Share

Keluar dari Blok East Natuna, Arcandra: ExxonMobil Masih Mau Bantu Pertamina

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 320 1741513 keluar-dari-blok-east-natuna-arcandra-exxonmobil-masih-mau-bantu-pertamina-KrIEeqbC6c.jpg Ilustrasi kilang minyak mentah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - ExxonMobil resmi keluar dari pengelolaan blok East Natuna. Surat penyerahan 100% blok dari perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sudah diterima Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kendati ExxonMobil pergi, pemerintah tetap optimistis pengerjaan blok East Natuna bisa tetap berjalan. Selain karena masih dua perusahaan dalam konsorsium East Natuna, Pertamina dan PTT Exploration and Production, pemerintah optimis bahwa blok ini masih memiliki nilai ekonomis.

"Blok ini challenge. 72% kan CO2, 46% TCF. Masela itu 10% TCF, ini kan empat kali Masela. Tapi ya ada CO2 yang gede. Tantangannya itu, jadi mau diapakan challenge itu?" ujar Arcandra, di press room Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Mantan Menteri ESDM ini mengaku, belum ada teknologi pemisah karbondioksida yang murah. Namun jika memang diusahakan masih ada kemungkinan pengelolaan blok East Natuna bisa berjalan.

Menurut Arcandra, dalam suratnya ExxonMobil, pihaknya tetap bersedia memberikan bantuan teknologi kepada Pertamina. Namun, hal ini menunggu kajian Pertamina seperti apa. "Kalau Pertamina minta bantuan teknologi dari Exxon, Exxon bersedia membantu," tuturnya.

Selain itu, hasil data kajian ExxonMobil dari tahun 1970-an dalam blok East Natuna juga akan dikembalikan kepada pemerintah. Menurut Arcandra, ini suatu lompatan besar di mana kerjasama pemerintah dengan perusahaan swasta berjalan baik pada akhirnya. "Ini harus dijadikan momentum untuk membantu negara. Ini cara persuasif. Dia mau kasih datanya," tandas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini