nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambangi Nigeria, Indonesia Dobrak Pintu Dagang ECOWAS

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 27 320 1745177 sambangi-nigeria-indonesia-dobrak-pintu-dagang-ecowas-EzUM6tJIS8.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lawatan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke Nigeria disambut hangat Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Investasi Nigeria Okechukwu Enelamah. Pasalnya, pengajuan proposal Persetujuan Preferensi Perdagangan (PTA) ke Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam upaya untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia direspons positif.

"Kita mengajukan PTA. Ini sudah bisa m111eenyangkut secara keseluruhan, apakah bilateral atau dengan ECOWAS. Responsnya sangat luar biasa," kata Enggar melalui keterangan tertulisnya di Afrika, Kamis (27/7/2017).

Mendag mengatakan, rencana pemerintah mengajukan proposal PTA ke ECOWAS tersebut diantaranya untuk meminta penyesuaian tarif produk. Salah satu tarif yang dikenakan cukup tinggi adalah untuk komoditas minyak sawit mentah (CPO) yang mencapai 35% ke Nigeria.

"Soal CPO, mereka mengatakan agar Indonesia mengajukan list bersama dengan PTA. Mereka menyatakan bahwa PTA dan kerjasama lain itu bisa selesai dalam waktu singkat. Keinginan saya, neraca perdagangan seimbang, tidak mau ada defisit terlalu jauh," kata Enggar.

ECOWAS beranggotakan 15 negara. Anggota-anggota ECOWAS tersebut adalah Nigeria, Benin, Burkina Faso, Tanjung Verde, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading, Liberia, Mali, Niger, Senegal, Sierra Leone, dan Togo.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Nigeria tersebut, juga dihadiri Presiden ECOWAS Marcel De Sousa. Enggartiasto menyatakan bahwa Presiden ECOWAS tersebut juga memberikan respons positif kepada delegasi Indonesia untuk melakukan PTA.

"Presiden ECOWAS menyatakan, mereka tidak hanya mau ekspor saja, akan tetapi juga mendorong Economic Partnership Agreement untuk lebih banyak membuka peluang investasi karena mereka memerlukan lapangan kerja yang besar," tutur Enggar.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reforms Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan bahwa memang kerja sama bilateral antara Indonesia dan Nigeria ini tidak menutup kemungkinan untuk membuka pintu dagang ke negara-negara ECOWAS tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan bisa menular juga ke negara-negara ECOWAS itu,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa Nigeria merupakan potensi pasar yang kuat, pasalnya, Nigeria adalah negara yang ekonominya terbesar di Afrika dengan jumlah penduduk mencapai 186 juta jiwa.

“Sekarang Nigeria termasuk salah satu negara yang ekonominya terbesar di Afrika, karena pertumbuhan penduduknya tinggi sekali, jadi potensi pasarnya besar. Jadi wajar, strategi yang bagus menjajaki komoditas apa saja yang bisa diekspor ke Nigeria,” tukasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini