Jamaah Umrah Korban Penipuan: First Travel Cuma "Jambu", Janji Busuk!

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 320 1745779 jamaah-umrah-korban-penipuan-first-travel-cuma-jambu-janji-busuk-ArP8gPyyXp.jpg Calon Jamaah Umrah First Travel (Foto: Trio Hamdani/Okezone)

JAKARTA - Calon jamaah umrah melalui agen perjalanan First Travel mengungkapkan kekesalannya akibat merasa dipermainkan oleh Jasa Perjalanan Umrah yang dipimpin Andika Surachman. Para calon jamaah yang berkumpul di kantor pusat First Travel pun mencap agen tersebut memberikan janji tak sesuai kenyataan.

"Ini janji palsu, 'jambu', janji busuk," kata Siti, mewakili para jamaah yang kecewa dengan perlakuan pihak First Travel, di Depok, Jumat (28/7/2017).

Kekesalan tersebut, kata Siti, bermula karena adanya sikap First Travel yang terkesan seenaknya sendiri menentukan cara penyelesaian persoalan tersebut menyusul putusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghentikan kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah senilai Rp14,3 juta dari First Travel.

Sebelumnya, para calon jamaah dijanjikan uang mereka dikembalikan selamabat-lambatnya setelah 90 hari kerja, yang dimulai sejak para jamaah minta pengembalian uang. Nyatanya, kata dia setelah masa tenggat habis tetapi belum ada kepastian dari First Travel.

"Sekarang berubah ternyata setelah menunggu 90 hari ternyata dibagi menjadi tiga termin. Jadi kami merasa perlu menemui langsung Annisa dan Andika (Presiden Direktur First Travel) untuk datang penuhi janji-janjinya," ungkap dia di Kantor First Travel.

Andika, kata dia, sebelumnya berjanji untuk menemui para calon jamaahnya untuk memberikan klarifikasi, sayangnya hal itu tidak ditepati, membuat para jamaah semakin geram oleh perlakuan First Travel. "Ini udah indikasikan penipuan, otak kriminal," ujarnya lagi.

Oleh karenanya, pihaknya meminta pihak First Travel ada niatan baik untuk menemui mereka dan memberikan kepastian, bukan malah main kucing-kucingan. Siti pun bercerita soal keluh kesah yang dihadapi calon jamaah akibat belum diberi kejelasan.

"Tolong pahami kami, saya kemarin bertemu seorang jamaah yang berangkatnya dari Aceh, sampe sini ternyata ditutup (tak diberi akses ke First Travel)," ungkap dia.

Dia menambahkan, para calon jamaah siap diajak bertemu oleh Bos First Travel di mana pun seusai kesepakatan bersama. Sebab, kata dia, calon jamaah hanya menginginkan kejelasan pengembalian uang mereka. "Di manapun tempat yang Anda sepakati, silakan," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini