nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggih! Proyek MRT Jakarta Gunakan Sistem Persinyalan CBTC, Termutakhir di Dunia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 16:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 320 1749258 canggih-proyek-mrt-jakarta-gunakan-sistem-persinyalan-cbtc-termutakhir-di-dunia-hbv0GAKiRh.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Mass Rapid Transport (MRT) Jakarta terus menggeber pengerjaan proyek MRT. Proyek MRT fase I sendiri telah memasuki tahap instalasi sistem jalan rel atau railway system, sistem persinyalan, dan telekomunikasi di dalamnya.

Menyelenggarakan seminar mengenai Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi di Thamrin 9, Jakarta Pusat. Seminar ini dihadiri oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), para akademisi dan ahli di bidang persinyalan perkeretaapian, PT LEN Railway Systems, Thales, AIS Rail Pty. Ltd, serta ahli persinyalan dari PT MRT Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, diperlukan proses transfer pengetahuan tentang sistem ini, baik bagi internal PT MRT Jakarta maupun bagi para pemangku kepentingan terkait pembangunan MRT Jakarta.

“MRT Jakarta akan menggunakan sistem CBTC atau Communications-based Train Control dalam pengoperasiannya. Penting bagi MRT Jakarta dan semua mitranya untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem persinyalan ini dan menguasainya karena sistem persinyalan CBTC merupakan salah satu sistem yang termaju di dunia," kata William dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Baca Juga:

Ubah Struktur Ketahanan Gempa, Proyek MRT Kekurangan Dana hingga Rp2,5 Triliun

Masih Terkendala Lahan, Proyek MRT Baru 74%

CBTC adalah sistem persinyalan kereta api yang memanfaatkan radio komunikasi antara peralatan VOBC (vehicle on board controller) dan wayside kereta (perangkat yang berada di luar keretanya), serta jalur untuk pengendalian lalu lintas dan infrastruktur. Dengan menggunakan CBTC, posisi kereta dapat diketahui secara akurat dan tepat sehingga mendukung pengelolaan lalu lintas kereta api secara efisien dan aman.

Selain itu, kereta dikendalikan secara otomatis dan terus-menerus dengan memanfaatkan pendeteksian kereta beresolusi tinggi, komunikasi data dua arah berkapasitas tinggi, dan pengolah jalan yang praktis dan mampu menerapkan Perlindungan Kereta Otomatis atau Automatic Train Protection, serta fungsi Operasi Kereta Otomatis dan Pengawasan Kereta Otomatis.

“MRT Jakarta sebagai pelopor dalam penggunaan sistem CBTC siap untuk berbagi dan mengembangkannya demi kemajuan industri perkeretaapian di Indonesia,” tambah William.

Seminar diikuti oleh kurang lebih 110 peserta dari instansi pemerintah, industri perkeretaapian, operator, dan asosiasi perkeretaapian. Dalam seminar ini, para peserta dikenalkan dengan sistem jalan rel, termasuk konsep sistem persinyalan dan telekomunikasi yang akan diaplikasikan di MRT Jakarta. Selain itu, dibahas juga peran pemerintah dalam pengembangan sistem perkeretaapian dan penguatan regulasi pendukungnya.

Perkembangan teknologi sistem persinyalan di dunia, kemampuan produksi dan kapasitas persinyalan di Indonesia, hingga kapasitas atau kemampuan beroperasi CBTC.

PT MRT Jakarta berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan, di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasaran dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti atau bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya. Hingga 31 Juli 2017, perkembangan konstruksi pembangunan MRT Jakarta sudah mencapai 76%, dengan pengerjaan konstruksi layang sebesar 64% dan 88% di konstruksi bawah tanah.

MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di Ibu Kota dan di Indonesia. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan solusi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini