Untuk sisi pertumbuhan konsumsi, berdasarkan data yang dirilis oleh BPS adalah sebesar 4,95%. Diakui Sri Mulyani itu cukup positif, namun konsumsi dapat dikatakan sebagai suatu hal sensitif. Sebab dampaknya akan mengarah ke Gross Domestic Product (GDP).
"Kita tetap hati-hati karena konsumsi itu memberikan dampak paling besar terhadap sisi permintaan, jadi GDP kita," paparnya lebih jauh.
Kemudian, dari sisi inflasi, Sri Mulyani mengaku ada faktor yang sedikit menekan, sehingga capaiannya belum begitu memuaskan, walaupun kondisinya tak begitu mengkhawatirkan.
"Sehingga itu mungkin akan menekan kepada terutama kuartal II. Kita berharap bahwa dengan inflasi tidak setinggi dibayangkan pada awal, waktu itu, inflasi kita masih di bawah 4%, kita harap momentum pada konsumsi akan mulai muncul lagi di kuartal III dan kuartal IV," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.