nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google hingga Facebook Beroperasi di Indonesia, Begini Caranya jika Tidak Mau Buka Kantor!

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 18:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 09 20 1752821 google-hingga-facebook-beroperasi-di-indonesia-begini-caranya-jika-tidak-mau-buka-kantor-Xfo46uLu3O.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mempunyai langkah khusus untuk membuat perusahaan layanan digital internasional yang beroperasi di Indonesia membayar kewajibannya. Kewajiban yang dimaksud adalah melakukan pembayaran pajaknya.

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan hal tersebut harus dilakukan oleh semua perusahaan digital asing yang masuk ke Indonesia, seperti Google, Facebook, Twitter, Yahoo, hingga Joox, dan Spotify. Sehingga, ia pun mengatakan nantinya perusahaan yang akan masuk ke Indonesia seharusnya mematuhi aturan yang ada.

"Saya ketemu Spotify. Mereka kan di Indonesia datang, tanya, ‘Kami tuh harus gimana?’ Gimana kalau masyarakat Indonesia mau tanya (ke Spotify), walaupun kita bisa lewat e-mail (untuk komplain)," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Dengan pertanyaan itu, Rudiantara mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan oleh perusahaan internasional yang masuk ke Indonesia sesuai dengan aturan yang ada. Mulai dari membangun perusahaan hingga mematuhi kewajiban membayarkan pajak.

"Pertama, membuat perusahaan di sini, sehingga kalau orang-orang mau komplain mau apa bisa. Itu bagus untuk marketing mereka kan. Atau diwakili, oleh siapa, diwakili oleh operator seluler. Karena mereka mengatakan kalau mereka bikin kantor di sini belum tahu pasarnya sebesar apa," jelasnya.

Lanjut Rudiantara, jika belum bisa mendirikan perusahaan, mereka bisa meminta salah satu perusahaan untuk bekerja sama dan mewakili perusahaan asing tersebut untuk memenuhi kewajibannya di Indonesia. Ia mencontohkan untuk Spotify yang merupakan perusahaan music streaming bisa meminta perusahaan selular untuk menjadi wakilnya di RI, sehingga masyarakat yang mau komplain bisa datangi Indosat.

"Wakilin aja dulu. Kan Spotify diwakili Indosat. Kalau mau ada apa-apa datang ke Indosat. Kedua, hak kewajibannya diwakili Indosat. Ketiga, pajaknya juga yang bayar Indosat atas nama Spotify," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini