Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sertifikasi Lahan Lambat, Presiden Jokowi: Hati-Hati Saya Pantau, Jangan Ada yang Bermain-main!

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 20 Agustus 2017 |10:32 WIB
Sertifikasi Lahan Lambat, Presiden Jokowi: Hati-Hati Saya Pantau, Jangan Ada yang Bermain-main!
Foto: Feby/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui proses sertifikasi lahan di Indonesia masih lambat. Bahkan dari 126 juta bidang tanah, baru 46 juta bidang tanah yang memiliki sertifikat.

Jokowi pun mengaku pernah merasakan sulitnya mengurus sertifikat lahan saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi bercerita pengalamannya ketika mengurusi sertifikasi lahan Taman BMW di Jakarta Utara. Bisa dibayangkan, kalau pemerintah daerah saja kesulitan mengurusi sertifikat lahan bagaimana dengan masyarakat.

"Pemerintah DKI saja, eks Walikot Jakarta kalah, coba bayangkan.  Waktu saya jadi Gubernur  DKI, urus sertifikat BMW enggak rampung-rampung sampai jadi Gubernur. Apa lagi rakyat ?" ujarnya, di Lapangan Park & Ride, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8/2017).

Baca Juga:
Presiden Jokowi: Ada 80 Juta Bidang Tanah yang Belum Memiliki Sertifikat!

Mantap! Presiden Jokowi Bagikan 7.500 Sertifikat Tanah Wilayah Jabodetabek

Lambatnya proses sertifikasi membuat Jokowi mengingatkan kepada pihak-pihak utamanya di Kementerian ATR/BPN untuk tidak menghambat lagi proses sertifikasi. Jokowi meminta proses sertifikasi lahan bias cepat selesai.

"Hati-hati saya pantau, jangan ada yang bermain-main, saya peringatkan. Semua harus cepat dan dilayani, juru ukur kurang kita tambahi terus. Masa pemerintah urus sertifikat sulit," tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement