Image

Suku Bunga BI Turun Jadi 4,5%, Apa Alasannya?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017, 19:35 WIB
https img k okeinfo net content 2017 08 22 20 1760937 suku bunga bi turun jadi 4 5 apa alasannya 2G2AhLUa3V jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Bank Indonesia memutuskan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,75% menjadi 4,50%. Penurunan suku bunga acuan ini akan diikuti dengan penurunan suku bunga instrumen moneter lainnya.

Ternyata, ada beberapa pertimbangan yang membuat Bank Indonesia akhirnya menurunkan suku bunga acuannya.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga tersebut konsisten dengan adanya ruang pelonggaran kebijakan moneter. BI memandang realisasi dan perkiraan inflasi tahun 2017 dan 2018 berada dalam kisaran target yang ditetapkan.

Tak hanya itu, terkendalinya defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman juga menjadi pertimbangan BI menurunkan suku bunga acuannya.

Baca Juga:
BREAKING NEWS: BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 4,5%

Ditantang Turunkan Suku Bunga, Bagaimana Nyali BI?

“Risiko eksternal terkait dengan rencana kenaikan Fed Funds Rate (FFR) dan normalisasi neraca bank sentral AS mereda sehingga perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri Indonesia tetap menarik,” kata Agus di Gedung Bank Indonesia, Selasa (22/8/2017).

Agus melanjutkan, penurunan suku bunga kebijakan diharapkan dapat memperkuat intermediasi perbankan. Sehingga memperkokoh stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Inflasi Terjaga, Peluang Penurunan Suku Bunga BI Masih Terbuka

Wah, Dirut Mandiri Prediksi BI Bakal Tahan Suku Bunga hingga Akhir Tahun

Bank Indonesia, kata dia, terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas lainnya untuk memastikan pengendalian inflasi, penguatan stimulus pertumbuhan, dan reformasi struktural berjalan dengan baik.

“Dengan begitu, mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini