Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Robertus Yanuar Hardy. Dalam pandangannya, akan ada penurunan marjin laba atas beberapa produk beras medium dan premium emiten produsen beras.
Kendati demikian, dia meyakini, dalam jangka panjang emiten produsen beras dapat menjaga kinerja dengan mengambil peluang dari penjualan beras kategori khusus.
"Dalam jangka panjang, kedua emiten bisa lebih fokus untuk meningkatkan penjualan beras kategori khusus, yang HET nya belum diatur sehingga berpotensi mendatangkan marjin yang lebih tinggi," katanya.
Sekadar informasi, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk dua jenis beras, yaitu beras premium dan medium. Untuk beras medium pemerintah mengatur HET sebesar Rp9.450 per kg, sedangkan beras premium sebesar Rp12.800 per kg.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.