Dengan alat tersebut, sebagaimana dia mencontohkan tidak perlu jauh-jauh terbang ke Jakarta. Cukup dari tempat dia berada maka dia sudah bisa melakukan proses peminjaman. "Electronik ini ada pin, finger print, scan wajah, scan mata, video conference," paparnya.
"Dalam aplikasi tersebut kalau mau jadi peminjam akan diminta memasukan pin, fingerprint, biomterik atau scan mata, foto, disesuaikan dengan KTP, terus scan wajah diminta hadap kanan kiri wajahnya. Supaya tidak ada kesan foto orang yang dipakai," lanjutnya.
Tahap selanjutnya, adalah peminjam akan diminta melakukan video conference dengan perusahaan pemberi pinjaman untuk ditanyakan beberapa hal. "Ditanya soal nama bapak siapa, tinggal di mana, meminjam untuk apa? supaya terlihat mulut mata mimik muka kita bergerak jadi itu asli, sekitar 30 detik prosesnya," ungkapnya.
"Kalau ini dikombinasi enggak mungkin dong ada yang bakal menipu, susah mereka, enggak mungkin dong memotong jari kita, mencongkel mata saya, motong kepala kita buat membobol sistem ini. Secara teknologi bisa efektif jadi orang tersebut enggak usah ke Jakarta atau ke pusat kantor pinjaman dana," ujarnya.
"Jadi semua orang Indonesia jadi mudah mengakses pinjaman, kalau diperbankan kan harus datang langsung ke bank kalau ini enggak perlu hanya di rumah saja," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.