Permudah Startup Himpun Dana, OJK: Masa dari Papua Harus ke Jakarta untuk Rp10 Juta

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 29 320 1765509 permudah-startup-himpun-dana-ojk-masa-dari-papua-harus-ke-jakarta-untuk-rp10-juta-yMFnLljXxq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan perangkat aplikasi untuk memudahkan pelaku usaha rintisan (startup) dalam menghimpun dana dari Fintech. Saat ini regulasi dan beberapa hal yang mestj dipenuhi sedang dipersiapkan OJK.

"Ada juga surat ederan OJK mengenai elektronik costumer seperti tanda tangan digital untuk mempermudah costumer on boarding, mempermudah dan memberi kenyamanan berbagai pihak menjadi anggota sebagai anggota layanan P2B (peer to business lending)," kata Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi di Ayana MidPlaza Hotel, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Baca Juga: Wow! Ada 44 Fintech Baru, OJK Kebanjiran Perusahaan Startup

Nantinya dengan aplikasi yang saat ini tengah disiapkan maka peminjam uang lewat jasa Fintech tidak perlu jauh-jauh pergi ke tempat Fintech tersebut berada. Maka akan lebih efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

"Bayangkan, begini masa sih orang Papua ke Jakarta hanya untuk pinjam Rp10 juta menggunakan Crowdo (Perusahaan Fintech) di Jakarta, dan Crowdo syaratnya harus face to face berarti dia kan harus terbang ke Jakarta. Makanya kami di sini memperkenalkan aplikasi Electronic Customer," jelas dia.

Baca Juga: Atur Fintech yang Menjamur, BI Terbitkan Aturan Baru di Akhir 2017

Dengan alat tersebut, sebagaimana dia mencontohkan tidak perlu jauh-jauh terbang ke Jakarta. Cukup dari tempat dia berada maka dia sudah bisa melakukan proses peminjaman. "Electronik ini ada pin, finger print, scan wajah, scan mata, video conference," paparnya.

"Dalam aplikasi tersebut kalau mau jadi peminjam akan diminta memasukan pin, fingerprint, biomterik atau scan mata, foto, disesuaikan dengan KTP, terus scan wajah diminta hadap kanan kiri wajahnya. Supaya tidak ada kesan foto orang yang dipakai," lanjutnya.

Tahap selanjutnya, adalah peminjam akan diminta melakukan video conference dengan perusahaan pemberi pinjaman untuk ditanyakan beberapa hal. "Ditanya soal nama bapak siapa, tinggal di mana, meminjam untuk apa? supaya terlihat mulut mata mimik muka kita bergerak jadi itu asli, sekitar 30 detik prosesnya," ungkapnya.

"Kalau ini dikombinasi enggak mungkin dong ada yang bakal menipu, susah mereka, enggak mungkin dong memotong jari kita, mencongkel mata saya, motong kepala kita buat membobol sistem ini. Secara teknologi bisa efektif jadi orang tersebut enggak usah ke Jakarta atau ke pusat kantor pinjaman dana," ujarnya.

"Jadi semua orang Indonesia jadi mudah mengakses pinjaman, kalau diperbankan kan harus datang langsung ke bank kalau ini enggak perlu hanya di rumah saja," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini