Share

Catat! BI Segera Rilis Aturan Biaya Isi Ulang E-Money

ant, Jurnalis · Rabu 06 September 2017 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 06 20 1770397 catat-bi-segera-rilis-aturan-biaya-isi-ulang-e-money-lLzxTqXKUa.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia segera merilis aturan pengenaan biaya isi ulang (top-up) uang elektronik atau e-money dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI).

"Itu sekarang sudah pembicaraan antara BI dengan perbankan, dengan badan usaha jalan tol, itu sudah selesai. Tinggal kita keluarkan dalam bentuk penegasan. Pembicaraannya semua sudah selesai dan semua sepakat. Sebentar lagi akan kita keluarkan aturannya," kata Gubernur BI Agus Martowardojo menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama antara Bank Indonesia dengan Kementerian Perhubungan terkait pengembangan integrasi sistem pembayaran elektronik bidang transportasi di JCC, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Baca Juga: Catat! Bank Mandiri Siap Lancarkan Oktober Bayar Tol Wajib Nontunai

Bank Indonesia sendiri sebelumnya menargetkan PBI tersebut akan terbit sebelum implementasi electronic toll collection (ETC) atau kewajiban menggunakan transaksi non tunai di tol, pada Oktober 2017 mendatang.

Pengenaan biaya top-up e-money disebut untuk memberikan insentif kepada perbankan sehingga dapat memperbanyak infrastruktur pembayaran uang elektronik.

BI pun tengah mempersiapkan National Payment Gateaway (NPG) di mana sistem platform e-money semua bank di tanah air akan menjadi satu.

Baca Juga: Kejar 100%, Begini Sibuknya Menteri Basuki-Gubernur BI soal Oktober Bayar Tol Wajib Nontunai

Sementara itu, terkait dengan besaran biaya top-up e-money sendiri, Agus masih enggan menyebutkan secara detil nominalnya. Namun, ia memastikan biaya top-up e-money tidak akan memberatkan masyarakat.

"Fee-nya pasti yang tidak membuat beban kepada konsumen," ujar Agus.

Baca Juga: Rapat 2 Jam, Menteri PUPR dan Gubernur BI Bahas Penggunaan E-Toll yang Masih Rendah

Pengenaan biaya top-up juga sebenarnya telah diterapkan bank kepada konsumen apabila melakukan transaksi isi ulang pulsa telekomunikasi dengan biaya Rp1.500 per transaksi.

Biaya top-up e-money disebut-sebut tidak akan jauh dari nominal tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini