JAKARTA - Membaiknya penjualan arloji buatan Swiss dan data produk domestik bruto (PDB) dari China yang terus menguat menjadi kabar menggembirakan bagi perusahaan barang mewah Richemont. China merupakan salah satu pasar terbesar bagi Richemont sehingga membaiknya perekonomian di negara itu memiliki andil besar dalam mendongkrak pendapatan perusahaan tersebut.
Para pengamat juga terus memperhatikan apakah tanda-tanda positif itu turut mendukung kinerja perusahaan pada kuartal terakhir 2017. Analis dari Sanlam Private Wealth Greg Katzenellenbogen menjelaskan, Richemont terus memiliki pendorong kuat saat ini karena membaiknya penjualan arloji Swiss dan PDB China. Meski demikian, Katzenellenbogen memperingatkan tentang masih adanya kemungkinan gejolak harga saham perusahaan itu.
Di saat bersamaan, perusahaan pesaing seperti grup LVMH membukukan peningkatan penjualan produk mewah, mulai dari champagne hingga tas tangan. Ekspor arloji Swiss juga diperkirakan mengalami pertumbuhan. Gemerlapnya pasar barang-barang mewah di China tidak hanya terjadi di toko-toko konvensional, tetapi juga melalui toko online.
Menurut laporan South China Morning Post pada pertengahan Agustus lalu, pasar barang-barang mewah di Negeri Panda yang dijual melalui ecommerce mencapai USD751 miliar, terbesar di dunia.
Sungguh sebuah angka yang sangat fantastis.
CEO Swatch Nick Hayek menjelaskan pada Financial Times pada Juli lalu bahwa pabrik-pabrik Swiss beroperasi dalam kapasitas maksimal setelah laporan peningkatan penjualan secara spektakuler pada semester I/2017. Pengalaman ini didorong oleh data dari federasi industri arloji Swiss yang melaporkan peningkatan 5,3% pada ekspor Juni year on year (yoy), setelah menguat 9% pada Mei lalu.