Bisnis Barang Mewah Richemont, Arloji Swiss dengan Nilai Fantastis

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 320 1771825 bisnis-barang-mewah-richemont-arloji-swiss-dengan-nilai-fantastis-ShkkVOUNl2.jpg Foto: scmp

JAKARTA - Membaiknya penjualan arloji buatan Swiss dan data produk domestik bruto (PDB) dari China yang terus menguat menjadi kabar menggembirakan bagi perusahaan barang mewah Richemont. China merupakan salah satu pasar terbesar bagi Richemont sehingga membaiknya perekonomian di negara itu memiliki andil besar dalam mendongkrak pendapatan perusahaan tersebut.

Para pengamat juga terus memperhatikan apakah tanda-tanda positif itu turut mendukung kinerja perusahaan pada kuartal terakhir 2017. Analis dari Sanlam Private Wealth Greg Katzenellenbogen menjelaskan, Richemont terus memiliki pendorong kuat saat ini karena membaiknya penjualan arloji Swiss dan PDB China. Meski demikian, Katzenellenbogen memperingatkan tentang masih adanya kemungkinan gejolak harga saham perusahaan itu.

Di saat bersamaan, perusahaan pesaing seperti grup LVMH membukukan peningkatan penjualan produk mewah, mulai dari champagne hingga tas tangan. Ekspor arloji Swiss juga diperkirakan mengalami pertumbuhan. Gemerlapnya pasar barang-barang mewah di China tidak hanya terjadi di toko-toko konvensional, tetapi juga melalui toko online.

Menurut laporan South China Morning Post pada pertengahan Agustus lalu, pasar barang-barang mewah di Negeri Panda yang dijual melalui ecommerce mencapai USD751 miliar, terbesar di dunia.

Sungguh sebuah angka yang sangat fantastis.

CEO Swatch Nick Hayek menjelaskan pada Financial Times pada Juli lalu bahwa pabrik-pabrik Swiss beroperasi dalam kapasitas maksimal setelah laporan peningkatan penjualan secara spektakuler pada semester I/2017. Pengalaman ini didorong oleh data dari federasi industri arloji Swiss yang melaporkan peningkatan 5,3% pada ekspor Juni year on year (yoy), setelah menguat 9% pada Mei lalu.

Keputusan Richemont untuk buy back 10 juta saham atau sekitar 1,7% kapitalisasi pasarnya selama tiga tahun mendatang juga membantu memperkuat harga saham tersebut. Di sisi lain, perusahaan itu membukukan pendapatan bersih 5,8 miliar euro pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu. Perusahaan dengan nama lengkap Compagnie Financiere Richemont SA itu merupakan holding untuk barang-barang mewah yang didirikan pada 1988 oleh pebisnis Afrika Selatan Johann Rupert.

Melalui berbagai anak usahanya, Richemont mendesain, memproduksi, mendistribusikan, dan menjual perhiasan premium, arloji, produk berbahan kulit, alat tulis, senjata api, pakaian, dan aksesori. Berbagai merek yang dimiliki perusahaan itu antara lain A Lange & Sohne, AzzedineAlaila, Baume& Mercier, Cartier, Chloe, Dunhill, IWC Schaffhausen, Giampiero Bodino, Jaeger-LeCoultre, Lancel, Montblanc, Officine Panerai, Piaget, Peter Millar, Purdey, Roger Dubuis, Shanghai Tang, Vacheron Constantin, dan Van Cleef & Arpels.

Pada November 2012, Richemont menjadi korporasi terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar di Indeks Bursa Swiss. Pada 2014, Richemont menjadi perusahaan barang mewah terbesar kedua di dunia setelah LVMH. Johann Rupert mendirikan Richemont pada 1988 saat dirinya melepas aset internasional Rembrandt Group Ltd yang kini bernama Remgro Limited, perusahaan asal Afrika Selatan yang didirikan oleh ayahnya, Dr Anton Rupert, pada 1940-an.

Investasi Rembrandt Group dan Rothmans International membentuk grup awal anak usaha Richemont. Richemont juga membentuk per usaha an patungan dengan perusahaan lain. Pada Maret 2007, Richemont dan Polo Ralph Lauren Inc mengumumkan pembentukan Polo Ralph Lauren Watch and Jewelry Company. Setahun kemudian, tepatnya Oktober 2008, grup itu mendivestasi semua saham di industri tembakau.

Richemont mengorganisasi akti vitas bisnisnya menjadi tiga divisi utama, yakni Jewellery Maisons, Specialist Watchmakers, dan Bisnis Lain. Cartier, Van Cleef & Arpels, dan Giampiero Bodino masuk Divisi Jewellery Maisons. Specialist Watchmakers terdiri atas A Lange & Sohne, Baume & Mercier, IWC Schaffhausen, Jaeger-LeCoultre, Officine Panerai, Piaget, Roger Dubuis, Vacheron Constantin, dan perusahaan patungan dengan Ralph Lauren Watch & Jewelry Co.

Divisi Bisnis Lain termasuk Azzedine Alaia, Chloe, Dunhill, Lancel, Montblanc, Peter Millar, Purdey, dan Shanghai Tang. Pemegang saham utama Richemont ialah Compagnie Financiere Rupert, per - usahaan Swiss yang menguasai saham yang dimiliki Johann Rupert. Sejumlah anak perusahaan Richemont adalah A Lange & Sohne yang memproduksi arloji mewah dan berbasis di Glashutte, Jerman. Azzedine Alaia, fashion perempuan yang berbasis di Paris, Prancis.

Baume & Mercier, perusahaan arloji yang berbasis di Jenewa, Swiss. Kemudian Cartier, perusahaan perhiasan dan arloji yang berbasis di Paris, Prancis. Chloe, perusahaan pakaian perempuan yang berbasis di Paris, Prancis. Dunhill, perusahaan pakaian pria, arloji, dan barang-barang berbahan kulit yang berbasis di London, Inggris.

Giampiero Bodino, perusahaan perhiasan yang berbasis di Milan, Italia. Unit bisnis lain adalah IWC Schaffhausen, perusahaan arloji yang berbasis di Schaffhausen, Swiss. Lancel, perusahaan barang-barang berbahan kulit yang berbasis di Paris, Prancis. Jaeger-LeCoultre, perusahaan arloji yang berbasis di Le Sentier, Swiss. Montblanc, perusahaan arloji dan alat tulis yang berbasis di Hamburg, Jerman. Officine Panerai, perusahaan arloji yang berbasis di Florence, Italia.

Peter Millar, perusahaan pakaian pria dan wanita yang berbasis di Durham, Amerika Serikat. Piaget, perusahaan perhiasan dan arloji yang berbasis di Jenewa, Swiss. Purdey, perusahaan amunisi dan senjata api yang berbasis di London, Inggris. Merek lain yang dikelola adalah Roger Dubuis, perusahaan arloji yang berbasis di Jenewa, Swiss.

Shanghai Tang, perusahaan fashion pria dan wanita yang berbasis di Hong Kong. Vacheron Constantin, perusahaan arloji yang berbasis di Jenewa, Swiss. Van Cleef & Arpels, perusahaan arloji dan perhiasan yang berbasis di Paris, Prancis.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini