Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Kontraktor LRT Trase Dukuh Atas-Palmerah? Menko Luhut: Selasa Diputuskan

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2017 |20:05 WIB
Siapa Kontraktor LRT Trase Dukuh Atas-Palmerah? Menko Luhut: Selasa Diputuskan
Foto: Feby Novalius/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Trase pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta terus berlanjut. Dalam rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dibahas mengenai trase pembangunan LRT ke Palmerah.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, rakor terkait LRT masih panjang dan akan diterus dilakukan. Seperti hari ini dibahas mengenai izin trase yang harus sinkronisasi antara trase yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Adhi Karya.

"Jakpro dengan LRT dari Cibubur Jabotabek (dibangun Adhi Karya) ada sinkronisasi mengenai trase pertemuan yang di Dukuh Atas. Itu saja. Nanti bagaimana pertemuannya, siapa yang langsung (meneruskan membangun) siapa yang berhenti di situ," ujar Luhut di kantornya, Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Baca juga: Simak! Financial Closing LRT Jabodetabek Selesai November

Luhut akan memutuskan siapa yang akan melanjutkan pembangunan trase pertemuan Dukuh Atas menuju Palmerah dalam waktu dekat. Pasalnya, gambar pembangunan trase Dukuh Atas-Palmerah sudah disampaikan dalam rapat tadi.

"Selasa diputuskan. Sudah siap tadi gambarnya saya lihat. Dan segala macam. Selasa itu diputuskan persilangannya gimana,"tuturnya.

Menurut dia, keputusan siapa yang akan melanjutkan trase LRT itu membuat anggaran yang diproyeksikan sekira Rp23 triliun bisa kembali berubah. Pasalnya, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2017 ditetapkan trase pembangunan LRT hanya sampai di Dukuh Atas.

Baca Juga: Temui Menko Luhut, Adhi Karya: Mei 2019 LRT Harus Beroperasi Penuh

"Angka kita ini kan belum final jadi dihitung terus ini. Bisa juga kalau Jakpro yang terus, si LRT Jabotabek yang berhenti cost-nya berkurang. Karena perpres nya dia sampai di sana. Ini kan baru pengalaman pertama, Jadi semua kita detail jangan sampai ada yang salah. Legalnya jangan salah dan hitung-hitungnya jangan salah,"ujarnya.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement