Ditambahkan, tekstil dan produk tekstil memang merupakan komoditas yang tidak akan pernah berhenti sehingga perdagangannya dibutuhkan dan pada akhirnya muncul pedagang baru serta menjadikan persaingan kian ketat. "Perusahaan di Indonesia harus mampu memiliki strategi yang tepat jika tak ingin kalah dengan pesaing dari negara lain," katanya.
Dia yang sudah membandingkan tekstil dan produk tekstil dari negara lain, khususnya dari ASEAN, menilai produk dari Indonesia tidak kalah bersaing jika dilihat dari kualitas dan harga.
Meski demikian, dia mengatakan perdagangan suku cadang mesin industri tekstil dan produk tekstil saat ini didominasi oleh pedagang "offline", yang banyak melibatkan pihak ketiga dalam proses transaksi sehingga harga akan lebih mahal. "Hal ini tentunya bisa menurunkan keuntungan pedagang, karena panjangnya proses penerimaan barang pesanan," katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)