JAKARTA - Pembangunan Light Rail Transit (LRT) saat ini masih terus dilakukan di Jakarta dan Palembang. Proyek LRT pertama di Indonesia ini masih belum mengalami kendala yang berarti.
Menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan, kendala memang sempat dialami dari sisi aturan. Hanya saja, kendala ini tak berdampak besar bagi pembangunan proyek LRT.
"Enggak ada masalah sih, karena ini kan barang baru jadi ada beberapa aturan yang kurang, itu saja. Kalau lain-lain enggak ada," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Baca Juga: Siapa Kontraktor LRT Trase Dukuh Atas-Palmerah? Menko Luhut: Selasa Diputuskan
Menurut Luhut, saat ini telah terdapat beberapa daerah yang berminat untuk membangun LRT. Daerah tersebut adalah Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Medan.
Pekan depan, beberapa daerah akan diundang untuk membahas rencana ini. Daerah yang akan membangun LRT diharapkan dapat belajar dari proyek pembangunan LRT saat ini.
"Supaya belajar atau lesson and learn dari yang sudah kita kerjakan. Jangan mengulangi kesalahan yang pernah dibuat di sini," ujarnya.
Baca Juga: Temui Menko Luhut, Adhi Karya: Mei 2019 LRT Harus Beroperasi Penuh
Munculnya keinginan untuk membangun LRT di daerah diharapkan dapat menarik minat investor. Saat ini, pemerintah memang telah menyiapkan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau pembiayaan infrastruktur non APBN untuk memberikan ruang bagi swasta untuk ikut serta dalam proyek-proyek pemerintah.
"Kita kan udah punya formula bagaimana bebannya bisa kita kurangi banyak," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)