Beberapa IPO teknologi China baru-baru ini bahkan telah membuat bubble dotcom seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada periode 1999 dan 2000.
Investor umumnya mengetahui seberapa besar harga saham, dengan membandingkan harga saham dengan perkiraan keuntungan masa depan. Oleh karena itu, saham perusahaan internet di China termasuk yang paling mahal.
Hageback berpikir bahwa mereka dapat segera turun, jika pendapatan kuartalan perusahaan-perusahaan besar tersebut mengecewakan. Diperkirakan potensi penurunan saham tersebut mencapai 20% atau lebih. Saham di Tencent dan Alibaba pun sudah mulai tergelincir kembali dari rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.