nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Negara Miskin Dapat Tingkatkan Pendapatan Lewat Migrasi

Sindonews, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 09 320 1791752 catat-negara-miskin-dapat-tingkatkan-pendapatan-lewat-migrasi-GkeGpROzUS.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Bank Dunia menyatakan, dimana pun para pekerja ingin bermigrasi di kawasan ASEAN, mereka menghadapi biaya mobilitas beberapa kali lipat dari upah rata-rata tahunan. Perbaikan dalam proses migrasi dapat meringankan biaya ini bagi calon migran, dan membantu negara-negara tersebut untuk lebih baik dalam menanggapi kebutuhan pasar tenaga kerja.

Ekonom Bank Dunia untuk Social Protection and Jobs Global Practice Mauro Testaverde mengatakan, mobilitas tenaga kerja bisa memberi dampak signifikan bagi prospek ekonomi kawasan. Karena, migrasi dapat memberi kesempatan kepada individu dari negara-negara berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Baca juga: World Bank Ingatkan Israel soal Pembatasan Ekonomi Palestina

Dia memperkirakan pengurangan hambatan mobilitas akan meningkatkan kesejahteraan pekerja sebesar 14% jika hanya mengikutsertakan pekerja berketerampilan tinggi, dan 29% jika mencakup semua pekerja.

"Berbagai kebijakan lain yang bisa diterapkan untuk meningkatkan mobilitas pekerja. Diperlukan lebih banyak pengawasan terhadap agen perekrutan di kawasan ini," ujarnya di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Baca juga: Keterlibatan Swasta di Proyek Strategis Dipamerkan ke Presiden World Bank

Menurutnya, sistem pendukung yang sangat maju di Filipina bisa dijadikan contoh bagi negara lain. Indonesia dapat meningkatkan koordinasi antar instansi terkait dan merampingkan prosedur.

Sementara, Vietnam dapat menarik keuntungan dari adanya strategi migrasi nasional untuk memandu reformasi. Penyederhanaan proses formal dapat mengurangi biaya migrasi keluar, terutama di negara-negara dengan penghasilan lebih rendah seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar.

"Negara penerima juga dapat membuat langkah-langkah untuk memaksimalkan manfaat dari mobilitas tenaga kerja," kata Mauro.

Adapun Malaysia dapat menyesuaikan kebijakan migrasi dengan kebutuhan ekonomi negara

tersebut, termasuk merevisi sistem retribusi juga dengan memperkuat koordinasi dengan negaranegara pengirim. Lalu, Thailand dapat mengubah status migran yang tidak memiliki dokumen menjadi resmi dan menurunkan biaya terkait prosedur masuk.

"Sementara bagi Singapura yang telah mengembangkan sistem migrasi sangat maju dan telah berfungsi dengan baik, kesejahteraan pekerja migran tetap harus diperhatikan," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini