Image

Bahas Anggaran, Kemenhub hingga Kementerian PUPR Rapat dengan Komisi V DPR

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 13:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 20 1793966 bahas-anggaran-kemenhub-hingga-kementerian-pupr-rapat-dengan-komisi-v-dpr-hTtPKVx2Qs.jpg Komisi V (Foto: Trio Hamdani/Okezone)

JAKARTA - Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja (raker) bersama sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) yang menjadi mitra kerjanya. Adapun raker membasah serta memberikan persetujuan mengenai alokasi anggaran K/L dalam RAPBN 2018.

Hadir dalan rapat antaranya, petinggi Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Sekjen, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Untuk lembaga yang menjadi mitra Komisi V antaranya, Badan SAR Nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Pagu anggaran untuk Kementerian PUPR dijelaskan sebesar Rp106,9 triliun, berdasarkan hasil kesimpulan dalam Banggar naik menjadi Rp107,3 triliun. Untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulanya Rp48,18 triliun naik menjadi Rp 48,20 triliun. Kemudian Basarnas, dari Rp2,03 triliun jadi Rp2,23 triliun.

Sementara itu untuk Kementerian Desa dan PDT serta BPWS tidak ada perubahan, yang mana masing-masing sebesar Rp 5,1 triliun dan Rp242,5 miliar.

Namun dalam raker tersebut, hanya anggaran dari Kementerian PUPR, Kementerian Desa dan PDT, dan BMKG yang telah disepakati dan akan dilanjutkan ke Banggar. Sementara sisanya masih akan dilakukan raker kembali. Hal itu setelah diambil kesepakatan bersama lantaran Kemenhub dan Basarnas tak dihadiri oleh pimpinannya.

"Saya ambil keputuskan, pertama rapat kita lanjutkan, kita sahkan apa yang disampaikan dengan pak menteri PUPR. Kemenhub dan Basarnas kita tunda atau kita setujui Menteri PU, Kepala Basarnas dan Menteri Perhubungan dengan catatan ini adalah yang terakhir, ini kan usulan, bagaimana ? Kita mau yang mana?," ujar Pimpinan Komisi V Fary Djemy Francis di ruang rapat, Kamis (12/10/2017).

"Untuk pertama kita jalan terus dengan PUPR karena hadir, sementara Perhubungan dan Basarnas kita tunda," tambah dia usai mendengarkan pendapat dari anggota Komisi V.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini