Image

Fantastis! Akuisisi Narindo, Kioson Yakin Pendapatannya Tumbuh 1.900%

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 17:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 278 1794231 fantastis-akuisisi-narindo-kioson-yakin-pendapatannya-tumbuh-1-900-JOY6QtsEgW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Perusahaan O2O e-commerce PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), perusahaan agregator e-voucher dan layanan digital lainnya.

Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk Jasin Halim mengatakan bahwa akuisisi saham sebanyak 99% ini akan memperkuat bottom line perseroan. Kioson menargetkan pertumbuhan revenue sebanyak 1.900% (yoy), menjadi Rp500 miliar pada akhir 2017.

“Akuisisi ini berperan strategis untuk memperkuat infrastruktur kami di daerah melalui aset yang sudah dimiliki Narindo. Dengan keberadaan Narindo yang fokus di agregator e-voucher, artinya Kioson telah menjaga bisnis perusahaan sejak dari hulu, sehingga kami harapkan dapat melihat ini akan mengamankan bottom line Kioson," ungkap Jasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca Juga: IPO Kioson, Mungkinkah Jadi Era Baru Startup di Pasar Modal?

Bagi Narindo, menjadi bagian dari Kioson akan membantu mereka dalam mendistribusikan berbagai layanan digital yang disediakan perusahaan. “Hal ini akan membantu kami untuk memberikan skala yang lebih menjanjikan dan pada akhirnya membantu pasokan layanan digital Narindo,” ujar CEO PT Narindo Solusi Komunikasi Bernard Martian.

Melalui akuisisi ini, Narindo juga akan mendorong pertumbuhan layanan-layanan digital selain penyediaan e-voucher pulsa. Menurutnya, mereka akan mendorong diversifikasi layanan yang disediakan melalui platform digital di Kioson. "Semakin variatif layanan yang tesedia, semakin mudah pula masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ungkap Bernard.

Baca Juga: Di Hadapan Menteri, Jokowi: Startup Jangan Dicekik!

Berdasarkan hasil survei indikator TIK 2015 dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia, dari total pengguna internet sebanyak 93,4 juta orang, baru sekitar 8,7 orang yang aktif sebagai online shopper. Selain itu, jumlah pengguna internet di kota-kota lapis kedua (rural area) baru mencapai 17,3% menyisakan potongan pasar yang besar dan belum tersentuh pelaku industri.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini