Image

Waduh, Biodiesel 20% Kurang Baik untuk Bahan Bakar Alutsista hingga Kendaraan Alat Berat

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 13:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1793995 waduh-biodiesel-20-kurang-baik-untuk-bahan-bakar-alutsista-hingga-kendaraan-alat-berat-xFc7BHCBfD.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Pada Januari 2016, pemerintah meresmikan program bernama B20. Program ini mewajibkan bahan bakar minyak jenis solar dicampur dengan minyak kelapa sawit sebesar 20%. Sehingga persentase solar dalam penggunaan konsumsi hanya mencapai hanya mencapai 80%.

Sejak dijalankan mandatori pemanfaatan biodiesel 20% ini ternyata masih ada kendala. Saat digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan alat berat.

Baca Juga: Usul DEN: Penerapan Biodiesel 30% Ditunda hingga 2030

"Penerapan B20 masih ada kendala terutama terutama untuk kendaraan berat. Kemudian kalau otomotif kendalanya relatif tidak sebesar yang saya sebutkan. Kemudian ada keberatan dari alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan lokomotif untuk terapkan B20," ujar Anggota DEN Syamsir Abduh, di Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dia melanjutkan, yang namanya B20 ada campuran menggunakan kelapa sawit (CPO). Secara teknisnya, CPO itu mengandung gum yang menjadikan ruang bakar menjadi keras.

Baca Juga: Harga Bioetanol Lebih Mahal dari Pertamax, DEN Minta Insentif ke Sri Mulyani

Untuk itu kendaraan alat berat yang menggunakan B20 membutuhkan biaya ekstra dalam perawatannya. Di mana harus sering mengganti filter yang jika dibiarkan akan menjadi masalah dalam operasionalnya.

"Alutsista juga demikian, kalau tidak diganti bisa mogok. Kan alutsista tidak boleh mogok ketika ada perang.  Prinsipnya engine di tes kondisi seperti apa dia kan jalan dengan kesempurnaan. Kemudian teknik blending-nya, juga nanti masuk di ruang bakar, apakah secara simultan dan tercampur,"ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini