Image

Tanpa Subsidi, Tarif Kereta Bandara Soetta Dipatok Rp100.000

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 15:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1794799 tanpa-subsidi-tarif-kereta-bandara-soetta-dipatok-rp100-000-u5j690hqzK.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya kereta bandara ditargetkan segera beroperasi 25 November 2017.

PT Railink yang diberikan tanggung jawab sebagai operator menargetkan harga tiket kereta bandara ini tidak lebih dari Rp100.000. Selain itu Railink akan memberikan pelayanan yang membuat masyarakat nyaman yakni mulai dari ketepatan waktu datang kereta hingga waktu tempuh yang singkat tanpa keterlambatan.

Baca juga: Mantap! Pembangunan Capai 90%, Kereta Bandara Beroperasi 25 November 2017

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan bahwa tiket bandara akan dikelola sendiri oleh pihaknya tanpa subsidi pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO). Meski demikian, ia mengatakan harga akan ada dikisaran Rp75.000 hingga Rp100.000.

Ia pun mematikan bahwa tarif pasti akan berada di atas Rp75.000 karena setelah melakukan studi kelayakan (Feasibility Study/FS), dalam perjalanannya ada penambahan biaya seperti pembebasan lahan maka saat ini dilakukan penghitungan ulang.

Baca juga: Beli Tiket KA Bandara Soetta, Begini Caranya

"Rp75.000 ketika FS kami, ketika belum memasukkan banyak perubahan. Kalau kaya KCI karena full persen PSO, itu duit pemerintah. Kalau ini bisnis to bisnis (b2b), antara operator dengan masyarakat. Kontrol supaya enggak terlalu tinggi. Hitung-hitungan kami faktual," ungkapnya di Menara BTN, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Kurangi Beban APBN, Kemenhub Ajak Swasta Kelola Bandara

Meski menargetkan tarif di bawah Rp100.000, dirinya mengakui bisa saja nantinya lebih dari hitungan tersebut. Sebab masih banyak biaya-biaya yang belum dimasukkan ke dalam perhitungan dan masih dalam pembahasan.

"Bisa di atas Rp100.000, bisa, wong kami belum masukkan semua. Tapi kalau saya sendiri sebagai operator saya pengen lebih murah, lebih kompetitif. Kalau bisa harapan kami Rp100.000, enggak terlalu tinggi lah," tukasnya.

(tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini