Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia di 5,2%, Menko Darmin: Tetap Dekati 5,4%!

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2017 |15:22 WIB
World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia di 5,2%, Menko Darmin: Tetap Dekati 5,4%!
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,4%. Angka ini lebih tinggi dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 5,2%.

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini kalau kita melihat akan bergerak di angka mungkin mendekati 5,4%. Memang WB atau IMF misalnya menurunkan ke arah 5,2% itu mereka melihatnya lebih dari segi karena kita tidak adjust harga BBM, sehingga dianggap subsidinya agak terlalu besar. Makanya dia turunkan sedikit dari 5,3% menjadi 5,2% tadinya 5,4% juga mereka," ungkap Darmin di Kantornya, Senin (16/10/2017).

 Baca juga: Jelang Pemilu, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Membaik di 2018

Menko Darmin optimis dengan pertumbuhan ini karena melihat sektor pendorong pertumbuhan seperti investasi hingga ekspor di tahun ini ini jauh lebih baik digandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga hingga belanja pemerintah juga lebih baik.

"Pertumbuhan sebenarnya investasi dan ekspor itu baik. Walaupun kalau bulanan (mtm) mungkin pertumbuhan tidak terlalu tinggi lagi, tapi kalau tahunan (yoy) masih tinggi pertumbuhan ekspornya. Pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi pengeluaran penentu utamanya adalah investasi, konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan belanja pemerintah," jelasnya.

 Baca Juga: IMF: Pemulihan Ekonomi Global Jadi Tantangan Pemangku Kebijakan untuk Bertindak

Sementara itu, walau tumbuh tapi lebih baik tapi belanja pemerintah memang belim meningkat secara signifikan. "Pertumbuhannya lebih tinggi dibanding tahun lalu dibanding tahun sebelumnya tapi tidak setinggi yang diharapkan," paparnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement