nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sertifikasi 9.700 Pekerja Konstruksi, Jokowi: Kita Bisa Kejar Ketertinggalan Infrastruktur

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 19 470 1798323 sertifikasi-9-700-pekerja-konstruksi-jokowi-kita-bisa-kejar-ketertinggalan-infrastruktur-XiLU7qhoBI.jpg Foto: Trio Hamdani (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang dilakukan secara serempak di seluruh wilayah Indonesia, berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada hari ini.

Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan sejumlah jajaran eselon di lingkungan Kementerian PUPR, yang mana pemberian sertifikasi ini sesuai Undang-Undang No.2/2017 tentang jasa konstruksi.

 

Dirinya memandang bahwa di kondisi sekarang ini membuat persaingan secara global tidak dapat dihindarkan. Oleh karenanya, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur.

"Kita sekarang baru berada pada era kompetensi global antar negara, dan salah satu kunci menangkan persaingan dan kompetisi adalah pembangunan infrastruktur. Ini menjadi yang sangat penting dan mendasar," jelasnya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Kedua, yang tidak kalah penting adalah sumber daya manusia (SDM) di bidang tersebut. Maka dari itu, hari ini Jokowi meresmikan sertifikasi tenaga kerja konstruksi sebanyak 9.700 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan tenang kerja tersertifikasi, saya yakin kita bisa kejar ketertinggalan infrastruktur," paparnya lebih lanjut.

 

Menteri PUPR menambahkan, bahwa pihaknya berharap dengan dilakukannya sertifikasi terhadap tenaga kerja di bidang konstruksi, maka keahlian mereka bisa dipandang lebih baik dan mampu bersaing dengan negara lain.

"Mudah-mudahan dengan sertifikasi, kompetensi sodara lebih diakui dan kita masing upayakan terus bahwa tenaga kerja yang tersertifikasi pasti punya billing rate (upah) lebih daripada yang tidak tersertifikasi," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini